PLTA Koto Panjang Buka Dua Pintu Pelimpah, Elevasi Waduk Terus Naik


Kamis, 01 Januari 2026 - 12:45:26 WIB
PLTA Koto Panjang Buka Dua Pintu Pelimpah, Elevasi Waduk Terus Naik

RIAUIN.COM - Pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang di Kampar, Riau, kembali memperbarui informasi mengenai kondisi terkini waduk pada Kamis 1 Januari 2026 pagi. Kenaikan tinggi muka air (elevasi) waduk terus terjadi, membuat manajemen memutuskan untuk mempertahankan pembukaan pintu pelimpah (spillway).

Manajer PLTA Koto Panjang Dhani Irwansyah menjelaskan, per pukul 07.00 WIB, elevasi waduk telah mencapai angka 80,44 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Pada waktu bersamaan, total air yang keluar dari waduk (total outflow) tercatat sebesar 364,44 meter kubik per detik (m 3 /s). Jumlah ini berasal dari debit air yang melewati turbin sebesar 226,84m 3 /s dan buangan melalui dua pintu spillway yang dibuka masing-masing 50 sentimeter, menyumbang 137,60m 3 /s.

Debit Air Masuk Masih Sangat Tinggi
Meskipun mengalami penurunan, debit air masuk (inflow) ke waduk dilaporkan masih berada pada level yang sangat tinggi.

“Adapun debit air masuk atau inflow waduk tercatat sebesar 1.287,15m 3 /s. Angka ini menunjukkan inflow masih berada pada level tinggi meskipun mengalami penurunan dibandingkan sehari sebelumnya,” kata Dhani Irwansyah.

Sebagai perbandingan, pada Rabu 31 Desember 2025 pagi, elevasi waduk berada di 80,10mdpl. Artinya, dalam rentang waktu 24 jam, tinggi muka air waduk mengalami kenaikan sekitar 34 sentimeter.

Pembukaan Spillway Sesuai Prosedur
Dhani Irwansyah menambahkan, kebijakan pembukaan pintu spillway yang telah dilakukan sejak Selasa 30 Desember 2025 merupakan keputusan bersama Tim Koordinasi Pengoperasian Bendungan PLTA Koto Panjang. Langkah ini diambil sesuai dengan prosedur early release (pelepasan dini) yang berlaku.

Keputusan itu diambil setelah tinggi muka air (TMA) atau elevasi waduk melampaui ambang batas Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW) 2025 sebesar 50 sentimeter dalam waktu 24 jam.

Selain elevasi, pertimbangan utama lainnya adalah kondisi operasional pembangkit yang saat ini hanya mampu mengoperasikan dua unit dengan total beban 38 megawatt. Kondisi ini membuat outflow turbin maksimal hanya mencapai sekitar 230m 3 /s.

“Padahal, dalam operasi normal tiga unit pembangkit, outflow bisa mencapai 348m 3 /s. Ada selisih sekitar 118m 3 /s yang tidak bisa dibuang melalui turbin,” jelas Dhani Irwansyah.

“Atas dasar kondisi tersebut, ditambah tingginya curah hujan di wilayah hulu waduk serta proyeksi inflow yang masih meningkat dalam beberapa hari ke depan, Tim Koordinasi menyepakati dilakukan early release melalui pembukaan pintu pelimpah sebagai upaya pengendalian inflow, outflow, dan elevasi waduk,” sambungnya.

Manajemen PLTA Koto Panjang terus memantau intensif kondisi waduk dan aliran Sungai Kampar. Masyarakat yang tinggal di wilayah hilir waduk diimbau untuk selalu waspada dan hanya berpegangan pada informasi resmi dari PLTA serta instansi terkait. (Bil)