RIAUIN.COM – Lonjakan volume kendaraan menandai dimulainya periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Kota Pekanbaru. Simpang Panam, yang merupakan akses vital keluar kota, terpantau mengalami kepadatan signifikan pada Kamis (25/12/2025). Kepadatan ini didominasi oleh kendaraan pribadi yang bergerak menuju Kabupaten Kampar, serta jalur lintas provinsi menuju Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Meskipun belum mencapai kemacetan total, peningkatan mobilitas masyarakat pada masa libur panjang akhir tahun ini menyebabkan arus kendaraan di Simpang Panam bergerak lambat pada jam-jam tertentu. Dominasi sepeda motor dan mobil pribadi menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk bepergian.
Di tengah tingginya arus mudik, kondisi infrastruktur jalan nasional di Provinsi Riau menjadi sorotan utama. Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau mengingatkan bahwa faktor keselamatan perjalanan tidak hanya bergantung pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga pada kesiapan jalan dan jembatan.
Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak mengimbau para pengguna jalan agar ekstra waspada. Ia secara khusus menyoroti kondisi jalan di ruas-ruas yang rawan bencana alam, terutama saat musim hujan.
“Peningkatan arus Nataru tidak diimbangi dengan kondisi jalan nasional di Riau yang seluruhnya prima. Kami meminta pengendara untuk berhati-hati, khususnya saat melintasi area yang berpotensi longsor dan banjir,” kata Yohanis.
Berdasarkan data BPJN Riau, total panjang jalan nasional di Provinsi Riau adalah 1.258,90 kilometer. Data menunjukkan bahwa 545,51 km (43,37 persen) dalam kondisi baik, sedangkan 623,55 km (49,57 persen) dalam kondisi sedang. Sementara itu, 86,06 km (6,84 persen) masuk kategori rusak ringan, dan 3,80 km (0,22 persen) dikategorikan rusak berat.
Selain jalan, kesiapan jembatan juga menjadi perhatian. Dari 364 unit jembatan di bawah kewenangan BPJN Riau, tercatat 11 jembatan rusak ringan, 320 rusak sedang, dan 33 jembatan dalam kondisi rusak berat.
Kondisi infrastruktur ini menuntut kewaspadaan lebih bagi para pengendara, terutama yang akan melintasi jalur perbukitan dan perbatasan provinsi.
“Mengingat musim hujan masih berlangsung, potensi longsor dan genangan air tetap tinggi. Kami harapkan pengendara dapat menjaga jarak aman, mengatur kecepatan, dan terus memantau informasi terkini mengenai kondisi jalur yang dilalui,” tutup Yohanis.
Sumber: Tribunpekanbaru