Pekanbaru Berempati, Walikota Minta Warga Tak Rayakan Tahun Baru Berlebihan


Rabu, 24 Desember 2025 - 12:19:26 WIB
Pekanbaru Berempati, Walikota Minta Warga Tak Rayakan Tahun Baru Berlebihan

RIAUIN.COM - Walikota Pekanbaru Agung Nugroho mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menyambut malam pergantian tahun baru dengan cara yang sederhana. Imbauan ini dikeluarkan sebagai wujud solidaritas dan rasa empati mendalam terhadap para korban bencana alam yang baru-baru ini melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Agung Nugroho secara tegas meminta warga agar menghindari segala bentuk perayaan yang dapat memicu gangguan ketertiban umum atau bersifat foya-foya. Ia menekankan agar tidak ada aktivitas membakar petasan, menyalakan kembang api, atau bentuk perayaan lain yang bersifat hura-hura.

"Menjelang malam tahun baru, kami mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar perayaan dengan membakar-bakar, menyalakan kembang api, atau petasan," kata Walikota pada Selasa (23/12/2025).

Lebih lanjut, Agung Nugroho mengajak warga Pekanbaru untuk memanfaatkan momen pergantian tahun ini sebagai refleksi diri dan kesempatan nyata untuk menumbuhkan kepedulian sosial. Menurutnya, alangkah baiknya jika dana yang sedianya dialokasikan untuk pesta dialihkan untuk membantu saudara-saudara yang terdampak musibah.

"Mari kita tunjukkan kepedulian sosial kita. Jika memiliki kelebihan, ini adalah waktu yang tepat untuk membantu korban bencana, baik di Sumatra Utara, Sumatra Barat, maupun Aceh," harapnya.

Agung Nugroho berpendapat bahwa perayaan yang mewah atau berlebihan tidaklah pantas dilakukan ketika sebagian wilayah di Sumatera sedang diliputi duka. Ia yakin masyarakat Pekanbaru memiliki kesadaran sosial yang tinggi.

"Atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru, saya percaya warga tidak akan mengadakan pesta kembang api di tengah suasana duka yang dialami Sumatra," ujarnya.

Pemerintah Kota Pekanbaru, lanjutnya, akan tetap melakukan pemantauan ketat terhadap seluruh kegiatan masyarakat di malam tahun baru. Namun, pengawasan ini akan berfokus pada aspek keamanan dan ketertiban dari awal hingga akhir, tanpa ada penyelenggaraan kegiatan hiburan yang berlebihan. (Bil)