RIAUIN.COM - Total sekitar 50 ribu personel gabungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah diterjunkan ke sejumlah wilayah di Sumatra untuk mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor. Wilayah terdampak yang menjadi fokus utama meliputi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
Pelibatan puluhan ribu personel ini merupakan upaya masif pemerintah untuk memastikan proses pemulihan dapat berjalan maksimal.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melaporkan bahwa pihaknya telah mengerahkan 36636 personel TNI di lokasi bencana. "Saya laporkan, pelibatan personel TNI yang sudah existing sekarang jumlahnya 36636 orang. Dengan seluruh upaya itu, diharapkan proses pemulihan pascabencana di Aceh dan Sumatra bisa berjalan maksimal,” ujar Agus Subiyanto dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (18/12/2025).
Pembangunan 32 Jembatan Bailey Dipercepat
Agus Subiyanto juga merinci progres pembangunan jembatan darurat tipe bailey di 32 titik lokasi yang akses jalannya terputus akibat banjir bandang di tiga provinsi tersebut. Pemasangan jembatan ini menjadi prioritas untuk menghubungkan kembali wilayah yang terisolasi.
Aceh: Terdapat 18 titik pembangunan jembatan. Tujuh unit jembatan sedang dalam tahap pemasangan, sementara sisanya dalam tahap penyiapan di lokasi seperti Weh Ni Rongka, Jeumpa, dan Beutong Ateh Lampahan.
Sumatra Utara: Tiga jembatan bailey telah terpasang 100%, yaitu Jembatan Anggoli Sibangun, Jembatan Garoga Tapsel, dan Jembatan Hamparan Perak.
Sumatra Barat: Dari 11 jembatan bailey yang direncanakan, empat di antaranya telah rampung, termasuk Jembatan Sikabau Pasaman Barat dan Jembatan Bawah Gubang. Sisanya masih dalam proses pembangunan.
Polri Kerahkan 11 Ribu Personel, Siapkan Bantuan Lanjutan
Di lokasi yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan dukungan Polri dengan mengerahkan 11625 personel.
“Sesuai dengan perhatian Bapak Presiden, kami melaporkan bahwa saat ini Polri telah mengerahkan kurang lebih 11625 personel yang tergelar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” kata Listyo Sigit Prabowo.
Para personel Polri ini ditugaskan untuk berbagai kegiatan, mulai dari evakuasi, pembangunan fasilitas darurat, hingga dukungan operasional. Sebaran personel terdiri atas:
Polda Aceh: 5064 personel.
Polda Sumut: 4277 personel.
Polda Sumbar: 2284 personel.
Listyo Sigit Prabowo menambahkan, Polri akan mengirimkan 239 personel tambahan pada 23 Desember 2025 sebagai penguatan lanjutan, khususnya untuk mendukung program pembangunan hunian sementara (huntara).
Bantuan Sandang dari Pakaian Gagal Ekspor Segera Didistribusikan
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengumumkan bahwa kebutuhan sandang korban bencana akan dipenuhi melalui pengiriman pakaian gagal ekspor yang masih layak pakai.
Pengiriman tahap pertama sebanyak 106 ribu potong pakaian untuk Aceh akan diserahkan pada Senin (22/12/2025). Gelombang kedua, sebanyak 100 ribu potong, akan menyusul untuk didistribusikan ke Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Menteri Keuangan, khususnya Ditjen Bea Cukai serta Kementerian Perdagangan yang telah mempercepat untuk mengeluarkan pakaian dari kawasan ekonomi yang untuk kepentingan bencana,” kata Tito Karnavian.
Inisiatif pengiriman pakaian ini sebelumnya diusulkan oleh Tito Karnavian dan telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto, termasuk pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap bantuan tersebut, guna meringankan beban korban bencana di Sumatra.
Sumber: Pikiran Rakyat