Pemko Pekanbaru Percepat Normalisasi Drainase dan Anak Sungai untuk Tekan Risiko Banjir


Senin, 15 Desember 2025 - 14:51:51 WIB
Pemko Pekanbaru Percepat Normalisasi Drainase dan Anak Sungai untuk Tekan Risiko Banjir

RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru meningkatkan upaya pencegahan banjir seiring masih tingginya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Salah satu langkah yang terus dimaksimalkan adalah normalisasi saluran drainase serta anak sungai di sejumlah wilayah rawan genangan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pekanbaru Edward Riansyah mengatakan, kegiatan normalisasi dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan.

Menurut Edward, fokus penanganan tidak hanya diarahkan pada drainase di sepanjang ruas jalan utama, tetapi juga mencakup anak-anak sungai yang selama ini kerap meluap saat curah hujan meningkat. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran aliran air dan mengurangi risiko banjir di kawasan permukiman.

Edward menyampaikan hal tersebut saat mengikuti rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah pada Senin (15/12/2025). Rapat tersebut membahas kesiapan pemerintah daerah dan unsur terkait dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.

Ia menjelaskan, berdasarkan prakiraan cuaca, Kota Pekanbaru masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya genangan, terutama di wilayah dengan sistem drainase yang belum optimal.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Pekanbaru telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga 31 Januari 2026. Kebijakan ini diambil untuk memastikan seluruh perangkat daerah siap melakukan penanganan cepat apabila terjadi bencana.

Edward menambahkan, sejumlah lokasi menjadi prioritas dalam kegiatan normalisasi, di antaranya Sungai Air Hitam di Kecamatan Payung Sekaki, saluran drainase di sepanjang Jalan Riau dan Jalan Soekarno Hatta, serta kawasan rawan banjir di Kecamatan Limapuluh.

Melalui percepatan normalisasi tersebut, Pemkot Pekanbaru berharap kapasitas tampung dan aliran air dapat meningkat, sedimentasi berkurang, serta dampak banjir terhadap masyarakat dapat ditekan selama masa siaga darurat berlangsung. (Bil)