Ketua Tim Peneliti Assoc Prof Eka Putra ST MSc PhD memaparkan hasil penelitian di hadapan peserta kegiatan diseminasi penelitian di kampus UPBI Pekanbaru, Sabtu (13/12/2025).
RIAUIN.COM – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Persada Bunda Indonesia (UPBI) menjadi tuan rumah kegiatan diseminasi hasil penelitian berjudul “Analisis Peran Masyarakat dan Potensi Crowdfunding dalam Meningkatkan Kompetensi Wartawan dan Kualitas Jurnalisme”. Kegiatan yang berlangsung di kampus UPBI Pekanbaru pada Sabtu (13/12/2025) ini menarik perhatian ratusan mahasiswa, dosen, dan praktisi komunikasi.
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP UPBI, Dr Andi K Rivai, yang dalam sambutannya menyoroti pentingnya inovasi dalam mendukung ekosistem media yang sehat di tengah tantangan ekonomi digital. “Penelitian ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana jurnalisme membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, untuk tetap menjalankan fungsi idealnya,” ujarnya. Andi juga mengapresiasi kerja sama yang dibangun oleh tim peneliti Penelitian Fundamental Reguler (PFR) BIMA Kemdiktisaintek dari Universitas Muhammadiyah Riau dengan akademisi ilmu komunikasi di fakultas yang dia pimpin.
.jpeg)
Tampil sebagai pemapar utama, Ketua Tim Peneliti, Assoc Prof Eka Putra ST MSc PhD, yang juga merupakan dosen Universitas Muhammadiyah Riau, memaparkan temuan mendalam dari studinya. Ia menjelaskan bahwa ada potensi besar dari partisipasi masyarakat sipil, bukan hanya sebagai konsumen berita, tetapi juga sebagai pihak yang secara aktif mendukung peningkatan kapasitas wartawan.
“Hasil riset kami menunjukkan kesadaran masyarakat untuk terlibat dalam meningkatkan kualitas jurnalisme sebenarnya ada, terutama di kalangan generasi muda yang melek digital. Mereka peduli pada konten yang akurat dan berimbang,” jelas Eka Putra. “Di sinilah crowdfunding atau penggalangan dana kolektif muncul sebagai mekanisme potensial. Dana yang terkumpul dapat dialokasikan untuk uji kompetensi wartawan, pelatihan spesifik wartawan, investigasi mendalam, pengetahuan digitalisasi media dan penguatan nilai-nilai etika jurnalistik di kalangan wartawan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Eka Putra memaparkan model crowdfunding yang bisa diadaptasi untuk konteks jurnalisme lokal, yang melibatkan transparansi, reward non-materi, dan pelaporan progress yang jelas kepada publik sebagai pendana. “Ini bukan sekadar urusan dana, tapi membangun hubungan dan akuntabilitas baru antara media dan masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan yang dihadiri juga oleh Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UPBI beserta segenap dosen tersebut berlangsung interaktif. Para mahasiswa terlihat antusias mengajukan pertanyaan terkait implementasi praktis crowdfunding, tantangan regulasi, serta bagaimana membangun kepercayaan publik untuk berpartisipasi.
Dr Andi K Rivai dalam penutupannya mengapresiasi kajian yang disampaikan dan berharap kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan masyarakat dapat terus dikembangkan. “Temuan ini memberikan perspektif segar dan solutif. Kami di FISIP UPBI berkomitmen untuk terus mendiskusikan dan mengembangkan ide-ide seperti ini dalam kurikulum dan pengabdian masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan diseminasi ini diharapkan dapat menjadi pemicu diskusi lebih luas di kalangan akademisi dan industri media di Riau, untuk mencari model keberlanjutan baru yang melibatkan partisipasi publik dalam menjaga mutu jurnalisme. - vie