Jaringan Telekomunikasi di Sumatera Berangsur Pulih, Aceh Masih Hadapi Kendala Listrik


Sabtu, 13 Desember 2025 - 09:52:19 WIB
Jaringan Telekomunikasi di Sumatera Berangsur Pulih, Aceh Masih Hadapi Kendala Listrik

RIAUIN.COM - Pemulihan layanan telekomunikasi di sejumlah wilayah Sumatera yang terdampak banjir menunjukkan perkembangan positif. Di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, sebagian besar jaringan telah kembali berfungsi, sementara Aceh masih menghadapi hambatan utama berupa belum pulihnya pasokan listrik.

Berdasarkan data hingga Rabu (10/12/2025), jumlah Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tercatat sebanyak 2.637 unit. Angka ini turun signifikan dibandingkan kondisi terparah pada awal Desember yang mencapai 3.380 BTS.

Sebanyak 743 BTS telah berhasil dipulihkan dan kembali beroperasi. Pemulihan ini memungkinkan masyarakat di berbagai daerah terdampak untuk kembali mengakses layanan komunikasi dan memperoleh informasi penting, termasuk terkait kondisi darurat.

Di Sumatera Utara, pemulihan jaringan hampir tuntas. Dari total 9.612 BTS, sebanyak 9.292 unit telah beroperasi normal atau setara 96,67 persen. Kondisi serupa terjadi di Sumatera Barat dengan tingkat pemulihan mencapai 99,20 persen, setelah 3.709 dari 3.739 BTS kembali aktif.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam penanganan dampak bencana.

“Kami terus mendorong percepatan pemulihan agar masyarakat bisa kembali terhubung. Komunikasi berperan penting dalam proses penyelamatan, distribusi bantuan, dan penyampaian informasi,” ujar Meutya Hafid di Kantor Kementerian Komdigi.

Berbeda dengan dua provinsi tersebut, pemulihan jaringan di Aceh masih berjalan lambat. Hingga saat ini, baru 1.127 dari total 3.414 BTS yang beroperasi normal atau sekitar 33,01 persen. Sebanyak 2.287 BTS lainnya belum dapat difungsikan karena pasokan listrik di sejumlah wilayah masih terhenti.

“Hambatan utama di Aceh adalah listrik yang belum sepenuhnya pulih. Operator seluler bersama PLN dan pihak terkait terus berupaya mempercepat normalisasi,” kata Meutya Hafid.

Dukungan Akses Internet Darurat
Untuk menjaga konektivitas masyarakat di wilayah terdampak, Kementerian Komunikasi dan Digital menyalurkan dukungan berupa perangkat akses internet darurat dan genset. Pemerintah juga mengoperasikan titik akses internet berbasis satelit.

Saat ini, sebanyak 18 titik akses Satria 1 telah aktif dan 88 perangkat Starlink disalurkan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Distribusi perangkat tersebut mencakup 27 unit di Aceh, 27 unit di Sumatera Utara, serta 34 unit di Sumatera Barat.

Titik akses Satria 1 ditempatkan di lokasi-lokasi strategis seperti bandara, rumah sakit, kantor BPBD, sekolah, masjid, dan posko penanganan bencana. Beberapa lokasi tersebut antara lain Bandara Pinangsori Fredric Lumban Tobing Sibolga, SMAN 1 Plus Matauli Pandan, RSUD Pandan, Kantor BPBD Pandan, Masjid Raya Pase Panton Labu di Aceh Utara, hingga posko Basarnas dan BNPB di Kabupaten Agam dan Pesisir Selatan.

Pemerintah berharap dukungan akses internet darurat ini dapat membantu kelancaran koordinasi penanganan bencana serta memastikan masyarakat tetap memiliki akses komunikasi di tengah keterbatasan infrastruktur. (*)