Elevasi Waduk Koto Panjang Tetap Terkendali, Warga Diingatkan Tidak Terpengaruh Informasi Palsu


Rabu, 10 Desember 2025 - 09:11:48 WIB
Elevasi Waduk Koto Panjang Tetap Terkendali, Warga Diingatkan Tidak Terpengaruh Informasi Palsu

RIAUIN.COM - Kondisi Waduk PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar, Riau, pada Rabu pagi (10/12/2025) dilaporkan berada pada tingkat aman meskipun terdapat kenaikan ringan pada debit air masuk.

Manajer PLTA Koto Panjang Dhani Irwansyah melalui perwakilannya Erikmon menyampaikan bahwa hasil pemantauan rutin menunjukkan elevasi waduk masih stabil. Data yang diperbarui pada pukul 06.00 WIB mencatat elevasi di angka 76,10 meter di atas permukaan laut. Adapun pada Selasa malam pukul 19.00 WIB, elevasi tercatat 76,09 mdpl.

Debit air masuk pagi ini berada pada 530,61 meter kubik per detik, sementara pelepasan air melalui turbin tercatat 309,96 meter kubik per detik.

Menurut Erikmon, perbedaan antara inflow dan outflow tersebut masih dalam batas yang dapat dikelola sehingga tidak memengaruhi status keamanan waduk.

“Elevasi tetap dapat dikendalikan. Pemantauan dilakukan terus menerus untuk memastikan operasional tetap aman,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, masyarakat dibuat resah oleh beredarnya dokumen palsu yang menyebutkan bahwa lima pintu pelimpah akan dibuka pada malam hari. Dokumen tersebut memuat sejumlah informasi yang dilebih-lebihkan, termasuk klaim inflow yang mencapai ribuan meter kubik per detik dan elevasi yang disebut sudah melebihi batas aman.

Pihak ULPLTA menegaskan bahwa surat tersebut tidak sah dan tidak pernah diproduksi oleh manajemen. Penegasan kembali disampaikan agar warga tidak mudah percaya pada informasi yang belum teruji kebenarannya.

“Itu informasi bohong. Semua pengumuman terkait operasional waduk hanya keluar melalui kanal resmi PLTA,” kata Erikmon.

ULPLTA juga meminta dukungan dari kepolisian, TNI, serta rekan-rekan media untuk menelusuri sumber penyebaran informasi palsu itu agar tidak menimbulkan keresahan di wilayah sekitar Sungai Kampar.

“Kami berharap bantuan seluruh pihak untuk mencari asal muasalnya. Informasi tidak benar dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pengelola PLTA kembali mengimbau masyarakat agar selalu memeriksa keabsahan informasi, terutama yang berkaitan dengan kondisi waduk dan potensi pembukaan pintu pelimpah. (Bil)