RIAUIN.COM – Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menimbulkan dampak luas bagi ribuan warga. Selain kerusakan infrastruktur, pengungsi mulai mengalami gangguan kesehatan.
Ratusan jalan dan puluhan jembatan rusak, menghambat distribusi bantuan. Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Hamid Rijal Lubis, mencatat sejumlah pengungsi mengalami penyakit kulit dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Hingga Selasa (9/12/2025), tercatat 6.433 kasus penyakit kulit dan 5.151 kasus ISPA.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor mencapai 962 orang per pukul 13.30 WIB. Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjadi wilayah dengan korban terbanyak, yakni 180 orang, diikuti Aceh Utara 138 orang, Tapanuli Tengah 110 orang, dan Tapanuli Selatan 85 orang.
Korban meninggal lainnya tersebar di Aceh Tamiang 57 orang, Kota Sibolga 53 orang, Aceh Timur 48 orang, Bener Meriah 37 orang, dan Tapanuli Utara 36 orang. Sementara itu, 291 orang masih dilaporkan hilang dan sekitar 5.000 orang mengalami luka-luka.
Jumlah pengungsi tetap tinggi, dengan Aceh menjadi provinsi terbanyak. Aceh Utara mencatat 299,5 ribu pengungsi, Aceh Tamiang 262,1 ribu, dan Aceh Timur 238,5 ribu.
Hamid Rijal Lubis menyatakan, hingga Minggu (7/12/2025), penyakit kulit dan ISPA masih menjadi kasus kesehatan terbanyak di wilayah terdampak. Ia mengingatkan, tanpa intervensi cepat, kondisi ini berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Faktor penyebab antara lain paparan air kotor, sanitasi lingkungan yang menurun, serta kepadatan dan kelembapan di lokasi pengungsian.
Selain penyakit kulit dan ISPA, tercatat 1.065 kasus diare, 755 kasus Influenza Like Illness (ILI), tujuh kasus demam berdarah dengue, serta 534 kasus suspek tifoid. Dinkes Sumut juga menerima laporan dua kasus campak, masing-masing dari Deliserdang dan Tapanuli Tengah.
Sementara itu, kabar mengenai penemuan jasad korban banjir dalam mobil terbengkalai di Aceh Tamiang dibantah polisi. Kapolres AKBP Muliadi menyatakan, setelah dilakukan penyisiran, tidak ditemukan mayat di dalam kendaraan. Ia turun langsung memeriksa sejumlah mobil sepanjang jalur utama hingga SPBU Tanah Terban. (*)