BPBD Riau Desak Empat Daerah Segera Tetapkan Siaga Hidrometeorologi


Senin, 08 Desember 2025 - 15:01:53 WIB
BPBD Riau Desak Empat Daerah Segera Tetapkan Siaga Hidrometeorologi

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau meminta kabupaten dan kota yang belum menetapkan status siaga hidrometeorologi segera mengambil langkah antisipatif. Hujan yang mulai intens mengguyur wilayah Riau meningkatkan risiko bencana seperti banjir dan longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau, M Edy Afrizal, menyampaikan bahwa masih ada empat daerah yang belum menetapkan status siaga, yakni Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Bengkalis. Ia mengingatkan pemerintah daerah agar tidak terlambat mengambil keputusan.

“Empat daerah ini belum menetapkan status siaga. Kami meminta agar keputusan tidak menunggu bencana terjadi. Lebih baik ditetapkan terlebih dahulu untuk mempercepat langkah penanganan,” ujar Edy Afrizal usai rapat koordinasi penanggulangan bencana bersama Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dan kepala daerah kabupaten kota, Senin (8/12/2025).

Menurut Edy, wilayah yang belum menetapkan status tersebut berada di kawasan rawan banjir dan longsor. Kondisi bisa memburuk jika pintu waduk PLTA Koto Panjang dibuka, yang berpotensi menambah debit air di daerah bantaran sungai seperti Kampar dan Pelalawan.

“Kampar dan Pelalawan termasuk wilayah yang harus waspada. Curah hujan tinggi berpotensi memicu banjir, apalagi bila volume air waduk meningkat. Untuk daerah pesisir, risiko banjir rob juga perlu diantisipasi, sebagaimana yang sudah terjadi di Dumai, Indragiri Hilir, dan Bengkalis. Biasanya rob berlangsung singkat dan surut dalam satu hingga dua jam,” ucapnya.

Sementara itu, delapan daerah lain sudah menetapkan status siaga hidrometeorologi, di antaranya Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Siak, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, serta Kota Pekanbaru.

Dengan diberlakukannya status siaga, seluruh daerah diminta memastikan kesiapan sumber daya dan peralatan penanganan bencana. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat respons bila terjadi keadaan darurat.

“Jika hujan terjadi terus menerus, potensi bencana meningkat. Karena itu kami memperkuat kesiapsiagaan bersama sejumlah lembaga seperti Baznas dan BNPB, termasuk menyiapkan tenda, perahu, serta gudang logistik. Tujuannya agar penanganan bencana lebih terkoordinasi,” kata Edy. (Bil)