BMKG Pekanbaru Peringatkan Cuaca Ekstrem Dampak Siklon Senyar, Hujan Lebat hingga Gelombang 2,5 Meter


Kamis, 27 November 2025 - 15:07:06 WIB
BMKG Pekanbaru Peringatkan Cuaca Ekstrem Dampak Siklon Senyar, Hujan Lebat hingga Gelombang 2,5 Meter

RIAUIN.COM - BMKG Pekanbaru meminta masyarakat di Riau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk yang dipicu pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Senyar serta perkembangan Bibit Siklon Tropis 95B yang mulai menguat di sekitar perairan Aceh dan Selat Malaka.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Sanya Gautami, mengatakan analisis cuaca terbaru menunjukkan peluang hujan berintensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Riau dalam beberapa hari mendatang. Ia menjelaskan kondisi atmosfer yang labil turut memicu pembentukan awan hujan yang lebih masif.

“Pengaruh Siklon Senyar memunculkan peningkatan pertumbuhan awan dan memperbesar peluang hujan disertai angin kencang di Riau,” ucap Sanya, Kamis 27 November 2025.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter di beberapa perairan Riau. Kawasan yang perlu mewaspadai kondisi laut ini meliputi Perairan Rokan Hilir, Dumai, dan Bengkalis. Nelayan serta pelaku transportasi laut diminta memperhatikan perkembangan cuaca harian.

BMKG Pusat Soroti Penguatan Bibit Siklon 95B
Di tingkat nasional, BMKG mencatat Bibit Siklon Tropis 95B yang terpantau sejak 21 November 2025 terus mengalami penguatan. Sistem cuaca tersebut berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan kondisi ekstrem di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan daerah terhadap dampak cuaca ekstrem, termasuk kemungkinan banjir, banjir pesisir, serta pohon tumbang. Ia juga menekankan agar aktivitas pelayaran memperhatikan peringatan gelombang tinggi.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menambahkan peluang 95B berkembang menjadi siklon tropis cukup besar dalam 24 jam dengan indikator peningkatan kecepatan angin yang diperkirakan melampaui 35 knot atau 65 kilometer per jam. Kondisi ini berpotensi meningkatkan intensitas hujan di kawasan pesisir Sumatra bagian utara dan tengah.

Direktur Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa sistem 95B dapat memberikan dampak langsung terhadap cuaca dan tinggi gelombang di wilayah Sumatra. Gelombang sangat tinggi antara 2,5 hingga 4 meter diperkirakan muncul di Selat Malaka bagian tengah dan perairan timur Sumatera Utara. Sementara gelombang sedang 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Malaka bagian utara termasuk perairan Rokan Hilir, Dumai, dan Bengkalis.

“TCWC Jakarta terus memantau perkembangan sistem ini secara intensif. Kami mengimbau masyarakat mengakses informasi resmi BMKG sebagai rujukan utama,” ujar Andri. (Bil)