Pertama di Indonesia, Tim RSUD Arifin Achmad Berhasil Atasi Kebocoran Paru Tanpa Operasi


Kamis, 27 November 2025 - 12:12:24 WIB
Pertama di Indonesia, Tim RSUD Arifin Achmad Berhasil Atasi Kebocoran Paru Tanpa Operasi

RIAUIN.COM - Tim medis RSUD Arifin Achmad Riau berhasil menolong seorang pasien berusia 46 tahun yang mengalami kebocoran paru dengan metode nonoperasi. Pendekatan ini disebut sebagai yang pertama berhasil diterapkan di Indonesia.

Dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular RSUD Arifin Achmad, dr Hariadi Hatta Sp B TKV, menjelaskan bahwa pasien tersebut merupakan rujukan dari rumah sakit di Kabupaten Pelalawan. Saat tiba, kondisi paru pasien sudah sangat berat.

“Pasien ini memiliki riwayat tuberculosis dan merupakan perokok. Parunya sudah dipenuhi lubang sehingga tidak dapat mengembang. Kerusakan terjadi di kedua sisi, sehingga ia harus dipasangi selang di dada kanan,” ujar Hariadi.

Melihat kondisi tersebut, tim medis tidak dapat melakukan operasi terbuka karena risiko tinggi. Pemberian pembiusan umum dikhawatirkan membuat pasien tidak mampu lepas dari alat bantu napas dan dapat menyebabkan paru pecah.

“Karena itu kami memilih prosedur yang belum pernah dilakukan sebelumnya di Indonesia. Kami menyemprotkan lem medis ke bagian paru yang bocor melalui punggung pasien dengan bantuan jarum khusus,” kata Hariadi.

Prosedur dilakukan saat pasien dalam posisi telungkup, dengan bius lokal di area punggung. Untuk memastikan ketepatan tindakan, proses berlangsung di ruang CT Scan, bukan di kamar operasi.

“Dengan CT Scan, posisi kebocoran bisa terlihat jelas sehingga pemberian lem lebih tepat,” ucapnya.

Setelah tindakan, pasien dirawat secara intensif. Dalam tiga hari, kondisinya membaik dan selang di dada akhirnya dapat dilepas.

“Tindakan ini menjadi yang pertama di Indonesia. Faktor utama kebocoran paru pada pasien ini adalah kebiasaan merokok,” kata Hariadi.

Ia menambahkan bahwa RSUD Arifin Achmad kini mampu melakukan berbagai prosedur medis dengan dukungan peralatan yang terus diperbarui.

“Seluruh biaya perawatan pasien ditanggung BPJS Kesehatan,” tuturnya. (Bil)