Kasus Bullying di Pekanbaru Menelan Korban Jiwa, Siswa SD Meninggal Setelah Diduga Ditendang Teman


Rabu, 26 November 2025 - 15:08:22 WIB
Kasus Bullying di Pekanbaru Menelan Korban Jiwa, Siswa SD Meninggal Setelah Diduga Ditendang Teman

RIAUIN.COM – Kasus dugaan bullying kembali terjadi dan kali ini menelan korban seorang murid sekolah dasar di Kota Pekanbaru. Seorang siswa kelas VI berinisial MAR di salah satu SD Negeri 108 di Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, meninggal dunia pada Minggu (23/11/2025) sekitar pukul 02.00 WIB.

Kuasa hukum keluarga korban dari Tim Advokat Pejuang Keadilan (Tapak) Riau, Suroto, mengatakan, sebelum meninggal, korban sempat mengucapkan pesan yang kini dipahami keluarga sebagai firasat kepergiannya.

"Sebelum wafat, MAR sempat berkata kepada ibunya, ‘Bu, mandikan aku. Gelarkan tikar, nanti rumah ramai orang.’ Saat itu keluarga belum memahami maksudnya. Baru kemudian disadari bahwa itu adalah pesan terakhirnya," ujar Suroto, Senin (24/11/2025).

Diduga Ditendang saat Belajar Kelompok

Peristiwa yang menjadi pemicu kejadian diduga terjadi pada Kamis (13/11/2025) ketika kegiatan belajar kelompok berlangsung di kelas. Seorang murid berinisial FT diduga menendang kepala MAR. Kejadian itu sempat diberitahukan murid lain kepada wali kelas.

“Anak-anak sebenarnya sudah melapor ke gurunya. Namun tidak ada tindakan berarti pada saat itu,” kata Suroto.

Sepulang sekolah, MAR pulang dalam kondisi menangis dan mengeluhkan rasa sakit kepada ibunya. Ia bahkan menyatakan tidak ingin kembali ke sekolah setelah peristiwa itu.

Keesokan harinya, kondisi MAR semakin memburuk. Menurut kuasa hukum, korban diduga mengalami gangguan serius pada bagian kepala akibat tendangan tersebut.

Terlambat Mendapatkan Perawatan

Karena keterbatasan biaya, keluarga lebih dulu membawa MAR ke pengobatan alternatif. Namun, pihak pengobatan menyarankan agar korban segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

“Keluarga sudah berupaya. Mereka ke pengobatan alternatif, lalu disarankan ke fasilitas medis. Tapi saat sampai di Puskesmas pada Sabtu (15/11/2025), Puskesmas tutup,” jelas Suroto.

Akhirnya, MAR dirawat di rumah dengan kondisi terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia.

Sorotan Publik

Kasus ini mendapat perhatian luas dan memunculkan keprihatinan mendalam terhadap penanganan bullying di sekolah. Publik menyoroti pentingnya respons cepat pihak sekolah dan fasilitas kesehatan dalam menangani korban kekerasan antarsiswa.

"Kami berharap kasus ini diusut tuntas. Jangan sampai ada lagi anak yang meninggal karena pembiaran terhadap bullying," tegas Suroto.

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih menunggu langkah-langkah tindak lanjut dari pihak berwenang terkait penyelidikan kasus ini. -ary