Edi Basri Siap Maju Ketua KONI Riau 2026–2028, Tekad Bawa Riau Kembali ke Peringkat 7 Besar PON


Selasa, 25 November 2025 - 19:00:43 WIB
Edi Basri Siap Maju Ketua KONI Riau 2026–2028, Tekad Bawa Riau Kembali ke Peringkat 7 Besar PON

Ketua Pengprov PTMSI Riau, Robin P Hutagalung (kiri), Calon Ketua KONI Riau, Edi Basri (tengah), Ginda Burnama (kanan) saat menggelar konferensi pers di ruang rapat Komisi III DPRD Riau, Selasa (25/11/2025). | Foto : ovie

RIAUIN.COM— Bursa calon ketua KONI Riau mulai menghangat, nama Ketua Komisi III DPRD Riau Edi Basri sangat diperhitungan untuk memimpin KONI Riau kedepan. Tekadnya membawa Riau kembali ke peringat 7 besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) menjadi motivasinya untuk berkontribusi memajukan dunia olahraga di Provinsi Riau.

Edi Basri menyatakan siap maju sebagai calon Ketua KONI Riau periode 2026–2028 disampaikan dalam konferensi pers, Selasa (25/11/2025). Keinginannya itu berangkat dari kepedulian untuk memajukan olahraga serta membina generasi atlet Riau agar kembali bersaing di tingkat nasional.

"Ini panggilan tugas. Sepanjang kita masih diberi kesehatan dan kapasitas, maka kesempatan untuk berbuat baik dan membawa kemajuan harus dimanfaatkan. Itulah filosofi saya dalam politik dan pengabdian," ujar Eba sapaan akrab Edi Basri didampingi Robin P Hutagalung dan Ginda Burnama.

Pembinaan atlet menjadi titik krusial untuk mencapai prestasi olahraga di Riau yang stagnan dalam beberapa tahun terakhir. "Selama ini saya hanya mengikuti perkembangan dari beberapa cabor, dan hasil atlet Riau memang belum memuaskan. Karena itu saya ingin memastikan pembinaan dilakukan lebih serius dan terstruktur," ucapnya.

Dia menceritakan dalam pertemuannya dengan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat beberapa waktu lalu, sempat muncul pertanyaan tentang minimnya atlet unggulan dari Riau. "Dari situ saya sadar, kita harus memperkuat pembibitan. Tidak mungkin ada tumbuhan besar kalau tidak dimulai dari bibit. Kita kembalikan posisi Riau masuk 7 besar perolehan medali PON, seperti era kejayaan sebelumnya," tekad Eba.

Disinggung mengenai jumlah dukungan yang sudah dikantongi sebagai modal maju menjadi ketua KONI Riau, Eba mengaku sejauh ini sudah dapat 7 tukungan dari KONI kabupaten/kota. Jumlah ini telah memenuhi syarat untuk mengantarkannya maju sebagai calon ketua KONI Riau, namunb dia masih merahasiakan nama daerah pendukungnya.

"Ini dinamika politik. Kita harus menjaga kenyamanan mereka yang sudah mendukung. Ada kekhawatiran jika diumumkan terlalu awal, mereka justru tidak nyaman," ucap pemilik venue EBA Badminton Hall itu.

Sementara itu, Ketua Pengprov PTMSI Riau, Robin P Hutagalung menyatakan dukungan penuh kepada Edi Basri. Pemilik venue tinju ini menilai Eba memenuhi syarat baik secara kapasitas maupun rekam jejak.

Dikatakan mantan atlet dan tokoh olahraga Riau itu, Edi Basri dikenal aktif dalam berbagai cabang olahraga seperti badminton, golf dan sepak bola. Konsistensi itu menurutnya menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap olahraga Riau.

"Atlet Riau harusnya bisa lebih maju. Target kita tidak boleh keluar dari 7 besar PON. Ini bisa dicapai dengan kepengurusan yang smart, punya konsep, niat, dan pengabdian. Dan Edi Basri memenuhi itu,” kata Robin.

Robin juga menilai keberadaan venue bulutangkis milik Eba merupakan bentuk komitmen nyata. "Tidak banyak pegiat olahraga di Riau yang punya venue sendiri," tuturnya.

Dukungan juga datang dari kalangan DPRD. Bahkan, menurut Edi, dia sudah bertemu Plt Gubri SF Hariyanto dan pihak Pemprov. "Beliau menyampaikan tidak mendukung siapa pun secara khusus. Semua kandidat adalah teman-temannya. Silakan maju bila memenuhi syarat administratif," kata Eba.

Ketua salah satu cabor tingkat kota, Ginda Burnama, juga menilai Edi sebagai sosok paling layak.
"Beliau sudah membuktikan kontribusinya. Hari ini kita harus realistis, kalau KONI terus bergantung ke APBD, kita tidak akan besar. Sosok seperti Bang Edi Basri adalah jawaban untuk olahraga Riau," ujarnya.

Siap Mengabdi di Tengah Keterbatasan Anggaran

Diakhir pertemuan Eba menegaskan memimpin KONI Riau saat ini adalah bentuk pengabdian, bukan posisi untuk mencari keuntungan. "Dengan kondisi anggaran seperti sekarang, kalau hanya mengandalkan APBD, prestasi tidak akan naik. Pengurus harus mau mengabdikan diri dalam situasi sulit ini," katanya.

Sebagai pemilik EBA Badminton Hall, ia menegaskan pentingnya proses demokratis. "Tidak boleh ada tekanan kepada KONI Kabupaten/Kota. Rekan-rekan dari DPRD, fraksi, bahkan partai telah memberikan dukungan moral yang besar kepada saya. Mohon doa dan dukungan semua pihak agar olahraga Riau kembali berjaya di level nasional," tuturnya. -vie