RIAUIN.COM — Suhu udara yang terus meningkat di Kota Pekanbaru dalam beberapa pekan terakhir kembali memicu kebakaran lahan di sejumlah kawasan. Pada Senin (10/11/2025), empat lokasi berbeda dilaporkan terbakar dan membuat tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pekanbaru harus bekerja keras melakukan pemadaman di tengah kondisi panas ekstrem.
Kepala Pelaksana BPBD Pekanbaru Iwa Gemino mengatakan, kebakaran melanda wilayah Jalan Seroja di Kecamatan Kulim, Kelurahan Dharma Bakti, Kelurahan Sungai Sibam, serta area Jalan Teropong. Menurutnya, suhu tinggi disertai kelembapan udara yang sangat rendah menyebabkan lahan menjadi kering dan mudah tersulut api.
“Empat titik ini berada di lahan dengan vegetasi kering. Begitu api muncul, penyebarannya sangat cepat. Tim langsung kita turunkan untuk menahan pergerakan api agar tidak merembet ke rumah warga,” kata Iwa.
Petugas gabungan segera dikerahkan ke seluruh titik tersebut. Hingga sore hari, dua lokasi yakni Jalan Seroja dan Jalan Teropong berhasil dipadamkan, sementara dua titik lainnya di Dharma Bakti dan Sungai Sibam masih dalam proses pendinginan dan pengawasan.
Kasi Kedaruratan BPBD Pekanbaru Suhendri menuturkan, angin yang kerap berubah arah menjadi tantangan utama tim di lapangan. Kondisi itu membuat bara mudah berpindah dan menimbulkan api baru di sekitar area terbakar.
“Dua lokasi sudah benar-benar aman. Dua lainnya masih kami tangani dengan hati-hati karena bara kecil bisa kembali menyalakan api,” jelas Suhendri sebagaimana dikutip dari halloriau.
Penyebab kebakaran saat ini masih diselidiki bersama aparat terkait. BPBD tidak menutup kemungkinan adanya unsur kelalaian warga yang beraktivitas di area rawan terbakar pada saat cuaca panas ekstrem.
Sementara itu, data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menunjukkan adanya lonjakan jumlah titik panas di Pulau Sumatera. Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru Mari Frystine mengungkapkan terdapat 187 hotspot di Sumatera, dan Riau menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi yaitu 127 titik.
Kondisi tersebut memperlihatkan Riau sedang berada dalam situasi lingkungan yang sangat rentan terhadap kebakaran lahan. Beberapa provinsi lain juga menunjukkan kemunculan hotspot, antara lain Aceh 3 titik, Sumatera Utara 9, Sumatera Barat 8, Kepulauan Riau 1, Jambi 13, Sumatera Selatan 15, dan Lampung 11 titik.
BMKG mengingatkan bahwa tren suhu panas ekstrem masih berpotensi berlanjut dalam beberapa hari ke depan akibat minimnya curah hujan serta meningkatnya suhu permukaan yang menurunkan kelembapan udara secara signifikan.
Melihat situasi ini, BPBD Pekanbaru meminta masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menyalakan api di area terbuka. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar petugas dapat bertindak cepat sebelum api membesar.
“Kami mengajak seluruh warga untuk bersama menjaga lingkungan. Jangan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama pada siang hari ketika suhu mencapai puncaknya,” tutup Iwa. (*)