Dr Vitriani SKom MKom menyampaikan materi didampingi dua tim dosen Umri lainnya, Edi Ismanto ST MKom MT PhD (kiri) dan Ajeng Safitri SPsi MPsikolog (kanan) di Baby Daycare Siti Walidah kampus Umri.
RIAUIN.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) telah melaksanakan kegiatan pelatihan bertajuk “Menciptakan Baby Daycare yang Ramah Anak dan Peran Teknologi Informasi” di Baby Daycare Siti Walidah pada 24–25 Oktober 2025.
Kegiatan yang dipimpin oleh Dr Vitriani SKom MKom. ini beranggotakan Edi Ismanto ST MKom MT PhD dan Ajeng Safitri SPsi MPsikolog. Selama dua hari, tim memberikan pendampingan dan pelatihan bagi pengelola dan pengasuh untuk menciptakan lingkungan pengasuhan yang aman, ramah anak, serta berbasis nilai kasih sayang dan edukasi. Isu penting seperti pencegahan bullying sejak dini juga menjadi fokus perhatian.
“Ramah anak bukan hanya tentang fasilitas yang nyaman, tetapi juga tentang memperlakukan setiap anak dengan penuh empati, tanpa kekerasan verbal maupun fisik. Ini merupakan landasan pembentukan karakter sejak dini,” jelas Dr Vitriani dalam sambutannya.
Selain aspek psikologis, tim juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan daycare. Penerapan sistem digital sederhana untuk memantau tumbuh kembang anak, mencatat kegiatan harian, hingga memudahkan komunikasi dengan orang tua menjadi bagian dari solusi yang ditawarkan.
“Kami ingin membantu mitra daycare mengintegrasikan teknologi ke dalam sistem pengasuhan dan manajemen mereka agar lebih efisien dan transparan,” jelas Edi Ismanto yang merupakan ahli di bidang teknologi informasi.
Sesi khusus dari Ajeng Safitri membahas pendekatan psikologis untuk mendeteksi tanda-tanda awal perilaku agresif dan strategi bagi pendidik dalam membangun budaya positif di antara anak-anak.
Kegiatan ini disambut antusias oleh pengelola Baby Daycare Siti Walidah. Mereka berharap pelatihan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran tim dosen UMRI. Pendekatan yang diberikan tidak hanya praktis, tetapi juga memperluas wawasan kami tentang pentingnya keseimbangan antara aspek pengasuhan dan teknologi,” ungkap salah satu pengelola.
Melalui inisiatif ini, UMRI kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat, dengan menjembatani dunia akademik dan kebutuhan sosial di lingkungan sekitar.
Vitriani, mewakili tim, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh universitas. “Dukungan moral dan fasilitas dari Umri sangat penting dalam mewujudkan kontribusi nyata kami bagi masyarakat,” tambahnya.
Dengan kolaborasi lintas disiplin antara psikologi dan teknologi, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju sistem pengasuhan anak yang lebih modern, humanis, dan berkelanjutan di Kota Pekanbaru. - rum