Pemprov Riau Perkuat Imunisasi untuk Cegah Lonjakan Campak di Daerah


Rabu, 29 Oktober 2025 - 18:08:18 WIB
Pemprov Riau Perkuat Imunisasi untuk Cegah Lonjakan Campak di Daerah

RIAUIN.COM – Jumlah kasus campak di Provinsi Riau terus bertambah dan kini sudah menembus lebih dari seribu laporan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Riau per 27 Oktober 2025, sebanyak 1.042 kasus tercatat berasal dari berbagai kabupaten dan kota.

Dari total tersebut, 900 di antaranya masih berstatus suspek, sedangkan 142 sudah dipastikan positif melalui uji laboratorium. Kota Pekanbaru menjadi wilayah dengan laporan tertinggi, yaitu 610 kasus yang terdiri dari 520 suspek dan 90 positif. Di bawahnya, Kabupaten Kampar mencatat 91 kasus (73 suspek dan 18 positif), serta Kabupaten Pelalawan dengan 82 kasus (81 suspek dan 1 positif).

Selanjutnya, Indragiri Hilir melaporkan 45 kasus (39 suspek dan 6 positif), Bengkalis 41 kasus (35 suspek dan 6 positif), dan Kota Dumai 63 kasus (61 suspek dan 2 positif).

Rokan Hulu memiliki 32 kasus (31 suspek dan 1 positif), Indragiri Hulu 23 kasus (19 suspek dan 4 positif), Siak 18 kasus (13 suspek dan 5 positif), Kuantan Singingi 17 kasus (12 suspek dan 5 positif), Rokan Hilir 12 kasus (9 suspek dan 3 positif), serta Kepulauan Meranti 8 kasus (7 suspek dan 1 positif).

Menanggapi peningkatan ini, Dinkes Riau mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap. Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota kini memperluas pelaksanaan Program Outbreak Response Immunization (ORI) di daerah dengan temuan kasus terbanyak, sekaligus melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Pelaksana tugas Kepala Dinkes Riau Widodo mengatakan, penanganan campak memerlukan kerja sama semua pihak. “Peran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat penting agar kasus ini bisa dikendalikan,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).

Widodo menambahkan, peningkatan cakupan imunisasi menjadi kunci utama agar wabah tidak meluas. Ia berharap koordinasi lintas sektor dapat mempercepat pengendalian, terutama di daerah dengan angka kasus tinggi seperti Kampar dan Pekanbaru.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, Dinkes Riau optimistis penyebaran campak dapat ditekan dan kesehatan anak-anak di Riau tetap terjaga. (Bil)