Sketsa Wajah Terduga Pelaku Akan Dimintakan Konfirmasi ke Novel


Sabtu, 25 November 2017 - 08:33:23 WIB
Sketsa Wajah Terduga Pelaku Akan Dimintakan Konfirmasi ke Novel
Jakarta, Riauin.com - Polisi telah merilis 2 sketsa wajah terduga pelaku peneror Novel Baswedan. Sketsa itu rencananya akan dimintakan konfirmasi ke Novel.

"Dari kami akan komunikasikan juga. Hari ini (Jumat,-red) baru selesai kami paparkan. Tentunya masyarakat juga dapat mengetahui terlebih Novel," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta lewat pesan singkat, Jumat (24/11/2017) malam.

Sketsa Wajah Terduga Pelaku Akan Dimintakan Konfirmasi ke NovelFoto: Sketsa wajah peneror Novel Baswedan yang disebar polisi

Kepolisian meyakini kedua sketsa wajah itu merupakan terduga pelaku. Hal itu didapatkan dari keterangan saksi-saksi yang telah diperiksa.

"Ini diduga pelaku yang melakukan penyiraman sesuai keterangan saksi yang melihat yang dituangkan di dalam suatu sketsa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan saat di Mapolda Metro Jaya.

"Saksi saat ke luar masjid, dia melihat di depan rumah Novel H-10 menit kejadian. H-1 melihat di tempat wudhu di masjid situ," imbuh Argo.

Terkait pengusutan kasus Novel ini, polisi membuka hotline 24 jam untuk memburu pelaku. Bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan dua pelaku peneror Novel itu dipersilakan menelepon dan memberitahukannya ke polisi.

"Ya, kita akan sebarkan dan kita juga sudah buka hot line 24 jam di nomor 081398844474," kata Kapolda Metro Jaya Brigjen Idham Aziz lewat pesan singkat, Jumat (24/11) malam.


Idham mengatakan pihaknya akan terus memburu pelaku peneror Novel tersebut. Sejauh ini sudah 167 personel dari Polda Metro Jaya dan Polres khusus menangani kasus itu.

"Kami terus bekeja dan melakukan penyelidikan. Mohon doanya," kata Idham, seperti dilansir dari detik.

Novel Baswedan mengalami teror penyiraman air keras setelah menunaikan salat subuh di masjid dekat rumahnya pada 11 April 2017. Hari ini sudah 228 hari kasus Novel belum terungkap, hingga kini penyidik senior KPK itu tengah menjalani perawatan di Singapura. (nol)