Pemko Pekanbaru Gandeng DKI Jakarta Atasi Banjir, Pembangunan Jalan Tetap Berjalan


Rabu, 01 Oktober 2025 - 18:03:10 WIB
Pemko Pekanbaru Gandeng DKI Jakarta Atasi Banjir, Pembangunan Jalan Tetap Berjalan

RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru terus melanjutkan berbagai program pembangunan yang bersumber dari pemerintah pusat. Salah satu proyek besar yang menjadi perhatian saat ini adalah pembangunan Jalan 70 yang berada di depan kawasan perkantoran Tenayan Raya.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan usai mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila di lapangan Gedung Utama Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Rabu (1/10/2025), bahwa selain fokus pada pembangunan jalan, penanganan banjir juga menjadi agenda penting yang akan dituntaskan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemko Pekanbaru akan menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.

"Melalui kerja sama ini, kami bisa bertukar pengalaman. Kami ingin mempelajari strategi yang telah diterapkan DKI Jakarta dalam menangani banjir, agar Pekanbaru bisa mengikuti langkah yang tepat," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemko Pekanbaru akan menerapkan metode biopori atau lubang resapan berbentuk silinder sebagai salah satu solusi mengatasi banjir. Cara ini dianggap efektif karena mampu meningkatkan daya serap air ke tanah dan mengurangi genangan, sebagaimana telah sukses diterapkan di DKI Jakarta.

Agung Nugroho saat menghadiri kegiatan di Hotel Pangeran, Kamis (25/9/2025), menyampaikan bahwa sistem biopori diharapkan menjadi solusi jangka panjang.

"Semoga upaya ini bisa memberikan hasil maksimal pada tahun depan," ungkapnya.

Langkah tersebut diambil karena rancangan induk atau masterplan penanganan banjir yang dibuat pada 2020 dinilai sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Oleh karena itu, Pemko berupaya menerapkan sistem biopori sebagaimana dilakukan di Jakarta.

Untuk memastikan sistem tersebut bisa dijalankan secara optimal, Pemko Pekanbaru akan bekerja sama langsung dengan Pemprov DKI Jakarta agar pelaksanaan di lapangan bisa lebih efektif. (Nab)