Polda Riau Bongkar Sindikat Pengoplos Gas Bersubsidi di Pekanbaru


Rabu, 01 Oktober 2025 - 09:22:47 WIB
Polda Riau Bongkar Sindikat Pengoplos Gas Bersubsidi di Pekanbaru

RIAUIN.COM – Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau membongkar praktik pengoplosan gas elpiji bersubsidi di dua lokasi terpisah yang berlokasi di Kelurahan Perhentian, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.

Dalam penggerebekan yang dilakukan pada Selasa malam (30/9), petugas mengamankan tiga orang pelaku yang diduga terlibat dalam kegiatan ilegal tersebut. Modus operandi yang digunakan yakni memindahkan isi tabung gas LPG 3 kilogram ke dalam tabung non-subsidi ukuran 12 kilogram untuk kemudian dijual kembali.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro Ridwan melalui Kasubdit IV AKBP Nasriadi menjelaskan, lokasi pertama berada di sebuah rumah di Jalan Bangau IV, Kelurahan Perhentian, yang dijadikan tempat pengoplosan gas.

“Di rumah nomor 64 itu, kami temukan aktivitas pengoplosan yang berkedok pangkalan resmi dengan nama Pangkalan LPG Rizky Bersaudara,” jelas Nasriadi.

Di depan rumah, petugas menemukan truk bak merah dengan nomor polisi BM 9653 TS yang memuat puluhan tabung gas berbagai ukuran, termasuk tabung 3 kg dan 35 kg.

“Dari hasil pemeriksaan awal, gas hasil oplosan ini didistribusikan ke rumah milik pria berinisial D di Jalan Bangau I,” tambah Nasriadi.

Tak jauh dari lokasi tersebut, petugas juga menemukan sebuah rumah yang berfungsi sebagai gudang penyimpanan di Jalan Bangau I nomor 35, Perumahan Griya Sidomulyo. Rumah milik Deni Achmad Faizal itu telah dimodifikasi menjadi tempat penampungan dan distribusi gas. Bagian garasi penuh dengan tabung ukuran besar, sedangkan tabung 3 kg disamarkan di bagian depan rumah dengan deretan galon air.

Ketua RT setempat, Hendri, mengaku terkejut dengan terbongkarnya praktik tersebut. Ia menyebut Deni telah tinggal selama hampir satu dekade di lingkungan itu dan dikenal baik oleh warga.

“Usaha jual beli gas 3 kg sudah dijalankan sekitar empat tahun terakhir. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Bahkan suplai gas untuk warga selalu tersedia,” katanya.

Saat ini, ratusan tabung gas dari berbagai ukuran dan satu unit kendaraan angkut telah disita dan diamankan di Mapolda Riau sebagai barang bukti. Pihak kepolisian masih mendalami jaringan distribusi yang terlibat, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain.

“Peran masing-masing pelaku masih dalam proses penyelidikan. Informasi lebih lanjut akan kami sampaikan seiring perkembangan kasus,” tutup Nasriadi. (Nab)