Pemprov Riau Dukung Penuh Program Satu Rumah Satu Sarjana


Sabtu, 27 September 2025 - 18:51:53 WIB
Pemprov Riau Dukung Penuh Program Satu Rumah Satu Sarjana

RIAUIN.COM – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, mengajak para lulusan perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. Menurutnya, para wisudawan memiliki peran penting dalam memajukan Riau di masa depan.

Hal ini disampaikan Erisman saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Yayasan Ar Rahman Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Dharma Putra dalam rangka Wisuda XIII Program Studi S1 Manajemen di Pekanbaru, Sabtu (27/9/25).

"Manfaatkan ilmu yang sudah saudara peroleh. Wisudawan harus memiliki nilai tambah, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat secara luas," ujar Erisman.

Ia juga menegaskan bahwa para wisudawan merupakan bagian dari masyarakat yang beruntung, karena tidak semua orang memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tinggi. Saat ini, mayoritas masyarakat Indonesia baru bisa menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMP atau SMA.

"Hanya sekitar 30 persen yang berhasil menamatkan pendidikan sarjana. Maka dari itu, hari ini para wisudawan adalah orang-orang yang patut bersyukur,” ungkap Erisman.

Lebih lanjut, mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Riau tersebut memaparkan visi misi Pemerintah Provinsi Riau di bawah kepemimpinan Gubernur Riau Abdul Wahid yang sangat fokus pada bidang pendidikan.

Salah satu program unggulannya adalah Satu Rumah Satu Sarjana, sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat. Karena itu, pelaksanaan Wisuda XIII STIE Dharma Putra dinilai sangat sejalan dengan visi tersebut.

“Pak Gubernur sangat mengapresiasi kegiatan wisuda ini karena sejalan dengan target Pemprov untuk mendorong lahirnya satu sarjana di setiap rumah tangga,” kata Erisman.

Mengenai peluang kerja, Erisman mengingatkan para lulusan agar tidak gengsi dalam mencari pekerjaan. Ia bahkan mendorong agar lulusan bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Jangan gengsi. Apa pun pekerjaan yang halal, lakukan demi menerapkan ilmu yang diperoleh dan mandiri secara ekonomi. Yang penting jangan sampai menjadi beban masyarakat,” tegasnya. (Nab)