Pemko Pekanbaru Gandeng Sekolah Swasta Favorit, Bantu Anak Kurang Mampu Akses Pendidikan


Selasa, 23 September 2025 - 12:03:51 WIB
Pemko Pekanbaru Gandeng Sekolah Swasta Favorit, Bantu Anak Kurang Mampu Akses Pendidikan

RIAUIN.COM – Pemerintah Kota Pekanbaru berencana menjalin kemitraan dengan sejumlah sekolah swasta favorit demi memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Langkah ini diambil mengingat keterbatasan daya tampung sekolah negeri di Pekanbaru yang tidak mampu menampung seluruh peserta didik baru. Sebagai solusinya, Pemko akan menggandeng sekolah swasta sebagai mitra, guna memastikan semua anak mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan.

Melalui kerja sama ini, Pemko akan menanggung biaya pendidikan siswa kurang mampu yang diterima di sekolah swasta unggulan. Selama ini, program serupa hanya dijalankan dengan sekolah swasta yang kurang diminati.

"Selama ini sekolah swasta yang kita ajak kerja sama itu yang kurang diminati masyarakat. Harapan saya, ke depan sekolah-sekolah ternama di Pekanbaru ikut berkontribusi menyediakan kuota, misalnya Sekolah Santa Maria, Al Azhar, Dharma Yuda, ICS," ujar Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, Senin 22 September 2025.

Agung menambahkan, kolaborasi dengan sekolah favorit ini juga bertujuan untuk mengurangi kesenjangan antara masyarakat dari latar belakang ekonomi berbeda.

"Ini bentuk upaya kita menyatukan, bukan memisahkan antara yang kaya dan yang kurang mampu, yang pintar dan yang belum. Dengan bergabung di sekolah-sekolah itu, insyaallah anak-anak kita akan berkembang, baik dalam akademik maupun organisasi," jelasnya.

Menurutnya, program ini diharapkan menciptakan kesetaraan pendidikan di Pekanbaru. Terlebih, saat ini Pemko sedang fokus menuntaskan persoalan anak putus sekolah. Tercatat lebih dari 1.700 anak yang sebelumnya tidak sekolah, kini mulai kembali belajar melalui berbagai jalur pendidikan.

Para siswa tersebut ditempatkan di sekolah negeri maupun swasta, sesuai dengan jenjang yang ditempuh. Beberapa di antaranya juga mengikuti program paket B dan C.

"Kami menyekolahkan anak-anak dari keluarga tidak mampu melalui pembiayaan dari anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa)," tutupnya. (Nab)