Pemkab Kuansing Pilih Jalur Ekstensi Catatkan Pacu Jalur Menuju UNESCO


Kamis, 11 September 2025 - 15:26:59 WIB
Pemkab Kuansing Pilih Jalur Ekstensi Catatkan Pacu Jalur Menuju UNESCO

Kadis Pariwisata Kuansing Drs Azhar Ali saat berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan RI

RIAUIN. COM- Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi bersama Kementerian Kebudayaan RI tengah berupaya keras agar Budaya Pacu Jalur dapat dicatatkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Langkah ini diambil sebagai strategi penting untuk melestarikan dan memperkenalkan Pacu Jalur, sebuah warisan budaya unik dari Provinsi Riau, ke panggung global.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kuantan Singingi, Drs Azhar Ali mengatakan ?pengakuan dari UNESCO jauh lebih dari sekadar formalitas.

Pengakuan ini memberikan dorongan moral dan dukungan finansial untuk upaya pelestarian Pacu Jalur ke depan.

Dengan dukungan ini, budaya ikonik ini dapat dipastikan tetap hidup dan lestari untuk generasi mendatang. Di samping itu, pengakuan global juga membuka pintu bagi peningkatan pariwisata budaya, yang berpotensi membawa manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal.

Pencatatan Pacu Jalur di UNESCO juga berfungsi sebagai penegasan identitas dan kepemilikan budaya. Hal ini akan secara resmi menyatakan bahwa Pacu Jalur adalah milik Indonesia yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi.

Langkah ini sangat penting untuk melindungi budaya ini dari klaim pihak lain di masa depan, sekaligus menjaga kelestarian dan identitasnya.

Untuk mempercepat proses pengajuan, tim dari Kabupaten Kuantan Singingi telah berdiskusi dengan Prof. Ismunandar, staf ahli Menteri Kebudayaan RI, Prof. Ismunandar.

"Ada tiga pintu masuk untuk mendaftarkan Budaya Pacu Jalur agar tercatat di UNESCO, Pertama melalui Jalur Mandiri, Kedua melalui jalur Multinasional, Ketiga melalui Jalur Ekstensi, " ungkap Azhar.

Berdasarkan diskusi tersebut, mereka memutuskan untuk menggunakan Jalur Ekstensi, yang dianggap sebagai opsi paling efektif.

Jalur ini dinilai lebih cepat dibandingkan jalur mandiri atau multinasional yang bisa memakan waktu lebih dari lima tahun akibat keterbatasan kuota tahunan.

Menurutnya, jalur Ekstensi memungkinkan Pacu Jalur diajukan dengan dukungan dari negara lain yang sudah memiliki warisan budaya serupa yang terdaftar di UNESCO.

"Pilihan terbaik jatuh pada Cina, karena adanya kesamaan beberapa elemen budaya. Prof. Ismunandar pun telah menjalin komunikasi dengan Duta Besar Cina untuk mendapatkan dukungan, " kata Azhar melalui postingannya di media sosial, Kamis (11/9/2025). (hen)