Dua Anak Tewas Tenggelam di Kolam Bekas Galian di Pekanbaru


Selasa, 09 September 2025 - 17:58:53 WIB
Dua Anak Tewas Tenggelam di Kolam Bekas Galian di Pekanbaru

RIAUIN.COM – Warga Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, dikejutkan oleh penemuan dua anak bersaudara yang meninggal akibat tenggelam di kolam bekas galian C. Kedua korban, Marta Meirlina Daeli (11) dan Jefrianus Daeli (8), sebelumnya dilaporkan hilang sejak sore hari.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Jeki Rahmat Mustika menyampaikan bahwa kejadian ini berawal dari laporan orang hilang yang diterima oleh Bripka Jaka S, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tuah Negeri, sekitar pukul 21.00 WIB. Sang ibu, Yulia Laiya, bersama warga telah melakukan pencarian intensif sejak pukul 17.40 WIB setelah menyadari kedua anaknya tidak berada di rumah.

"Marta terakhir terlihat mencuci piring di dekat sumur, namun saat dicari, ia dan adiknya Jefri sudah tidak ditemukan," ungkap Jeki pada Selasa (9/9/2025).

Upaya pencarian oleh warga di sekitar rumah tidak membuahkan hasil. Menjelang malam, seorang tokoh masyarakat Suku Nias bernama Bapak Rahul menghubungi Bripka Jaka S untuk melaporkan hilangnya kedua anak tersebut.

Pagi harinya, Selasa 9 September 2025, pencarian kembali dilanjutkan. Dua warga, Janri Siregar dan Antonius Kori, berinisiatif mencari ke kolam bekas galian bata yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah korban. Di sana, mereka melihat sesuatu mengambang, yang ternyata adalah jenazah Jefri, adik Marta.

"Kolam tersebut berlumpur dengan kedalaman sekitar 1,5 meter. Saat evakuasi jenazah Jefri dilakukan, tubuh Marta juga muncul di dekat adiknya. Diduga kuat keduanya tenggelam saat bermain di area kolam," jelas Jeki.

Kapolsek Tenayan Raya yang dipimpin oleh Kompol Didi Antoni bersama tim INAFIS Polresta Pekanbaru langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Garis polisi dipasang untuk mengamankan lokasi dan mengumpulkan bukti.

Jenazah keduanya kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara guna pemeriksaan lanjutan. Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kejadian ini.

"Peristiwa ini menjadi peringatan bagi warga untuk selalu mengawasi anak-anak, terutama di sekitar lokasi berbahaya seperti kolam bekas galian," tutup Jeki. (Nab)