Pemilik Lahan Keluhkan Dugaan Pemalsuan Lokasi Tanah Ganti Rugi Tol Pekanbaru-Rengat


Kamis, 04 September 2025 - 14:18:51 WIB
Pemilik Lahan Keluhkan Dugaan Pemalsuan Lokasi Tanah Ganti Rugi Tol Pekanbaru-Rengat

Ketua Kelompok Tani PU, Hasan Basri (kaca mata). | Foto : hen

RIAUIN.COM – Hasan Basri, warga Jalan Sempurna, Kecamatan Payung Sekaki, mengungkapkan adanya dugaan pemalsuan lokasi tanah dalam proses ganti rugi pembangunan jalan tol Pekanbaru-Rengat. Dia menilai perencanaan proyek strategis ini tidak dilakukan dengan standar kerja yang jelas.

“Perencanaan pembangunan tol ini seperti tidak ada standar kerja. Kami sudah ke BPN, tapi mereka tetap mempertahankan hasil ukur dari anggotanya,” kata Hasan Basri kepada wartawan, Rabu (3/9/2025).

Hasan menjelaskan, lahan miliknya berada di Jalan Handayani, Dusun II Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kampar yang terkena pembangunan tol seluas 100x100 meter atau sekitar 4.000 meter persegi atau sekitar 7 persil. Dari 7 persil tanah itu, hanya satu persil yang dibayarkan. 

“Di dalam NIS, ada satu persil yang clear seluas 198 meter yang diganti rugi Rp56 juta lebih. Artinya tanah saya itu diakui keberadaannya,” ujarnya.

Namun, menurut Hasan, sisa tanah yang seharusnya atas nama dirinya, tercatat sebagai milik orang lain atas nama Sapli dengan ahli waris Tengku Kuning. 

Di dalam Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) milik Sapli jelas berada di Jalan Kijang Putih, tepatnya berjarak 3 kilometer dari lokasi ganti rugi tol di Jalan Handayani, Desa Karya Indah. Namun, masuk dalam NIS yang diganti rugi. 

“Ada unsur kesengajaan pengukuran yang melenceng dalam hal ini. Karen kasus serupa juga dialami kelompok tani lain di lokasi sekitar, " ujar Hasan. 

Ketua Kelompok Tani PU ini menjelaskan, terdapat 30 persil tanah yang sudah mendapat pengesahan hukum dari Mahkamah Agung sebelumnya. Dia menduga ada mafia permainan surat tanah yang melibatkan oknum di Desa Karya Indah, Kabupaten Kampar. 

"Terkait masalah ini, saya sudah masukkan laporan ke Polda Riau. Kami berharap masalah ini mendapat perhatian dari anggota DPRD Riau, karena banyak masyarakat yang dirugikan sampai saat ini," tuturnya. -vie