Lestarikan Tradisi Islam Melayu, Pemkab Bengkalis Dukung Lomba Berzanji Marhaban 2025


Sabtu, 23 Agustus 2025 - 09:47:07 WIB
Lestarikan Tradisi Islam Melayu, Pemkab Bengkalis Dukung Lomba Berzanji Marhaban 2025

RIAUIN.COM – Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, H. Toharuddin, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan menghidupkan kembali seni tradisional Berzanji Marhaban sebagai bagian dari budaya Melayu Islam yang sarat nilai spiritual.

Ajakan itu disampaikannya saat menghadiri Lomba Berzanji Marhaban tingkat Kabupaten Bengkalis Tahun 2025, yang digelar oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Mandau, pada Jumat (22/8/2025), di Halaman Balai Adat LAMR Mandau.

Dalam sambutannya, H. Toharuddin menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang lomba seni suara, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian warisan budaya Islam Melayu yang kaya akan makna sejarah dan keagamaan, terutama bagi generasi muda.

“Melalui pembacaan Kitab Barzanji, kita mengenang perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dari lahir hingga wafat. Ini bukan sekadar membaca teks, tapi juga menanamkan cinta dan penghormatan kepada Rasulullah SAW. Tradisi seperti ini penting untuk terus diwariskan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, derasnya arus globalisasi dan modernisasi telah membuat tradisi Berzanji Marhaban mulai terlupakan. Padahal dulu, seni ini sering menghiasi momen-momen penting seperti aqiqah dan peringatan Maulid Nabi.

“Tradisi ini perlahan mulai menghilang. Anak-anak muda lebih mengenal budaya luar daripada nilai-nilai warisan leluhur mereka sendiri. Maka dari itu, lomba seperti ini bisa menjadi pemantik semangat pelestarian budaya Islam yang membumi di tanah Melayu,” tegasnya.

H. Toharuddin yang juga pernah menjabat sebagai Camat Pinggir itu berharap lomba Berzanji Marhaban dapat terus digelar secara rutin sebagai agenda tahunan. Ia juga mendorong komunitas budaya, seniman, dan pemuda untuk terus menggali, mengembangkan, dan mengekspresikan kebudayaan lokal yang Islami.

“Dengan menjaga dan mengembangkan seni budaya seperti ini, kita juga menumbuhkan semangat kebersamaan, keagamaan, dan kearifan lokal dalam masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari kegiatan, dilakukan pula penanaman pohon buah-buahan di halaman Balai Adat LAMR Kecamatan Mandau, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup. (Nab)