RIAUIN.COM – Suasana Festival Pacu Jalur 2025 di Tepian Narosa, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, semakin semarak dengan kehadiran Aisar Khaled, seorang aktor sekaligus influencer ternama asal Malaysia. Sosok muda yang populer di media sosial ini sontak jadi magnet perhatian sejak tiba di lokasi festival.
Mengenakan tanjak hitam dan selempang kain bermotif khas Kuansing, Aisar disambut hangat oleh para penggemarnya yang telah menantikan kehadirannya. Ribuan mata tertuju padanya, menjadikan festival tahunan ini semakin istimewa.
Momen tak terduga terjadi saat Aisar berkesempatan berjabat tangan dan berfoto dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang turut hadir menyemarakkan acara. Setelah itu, Aisar mengikuti pawai budaya bersama masyarakat lokal.
Tak hanya berinteraksi, Aisar juga sempat menaiki jalur—perahu tradisional khas Pacu Jalur—dan menyapa penonton dari atas perahu berwarna hijau sambil menyemangati para peserta lomba. "Semangat kamu harus juara, Salam kayuah-kayuah. All the Best," ujarnya, Selasa (20/8/2025).
Kehadirannya turut disambut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat, yang memberikan cenderamata berupa outer khas Riau. Menurut Roni, kehadiran Aisar merupakan bentuk nyata dukungan dari tokoh publik internasional terhadap promosi budaya lokal.
“Aisar memiliki basis penggemar yang besar, termasuk di Indonesia. Dengan total lebih dari 28 juta pengikut di media sosial, ia sangat berpengaruh dalam mempromosikan destinasi wisata,” jelas Roni.
Roni menambahkan, Aisar akan menetap di Teluk Kuantan selama empat hari untuk menjelajahi berbagai objek wisata dan merekam konten budaya yang akan dibagikan kepada jutaan pengikutnya di dunia maya.
Dengan latar belakang keluarga multinasional dan prestasi di dunia hiburan, Aisar dianggap sebagai sosok inspiratif bagi generasi muda. Kehadirannya diharapkan mampu memperluas jangkauan Festival Pacu Jalur ke tingkat internasional.
“Ini peluang besar bagi Riau untuk memperkenalkan budaya Pacu Jalur kepada dunia. Kehadiran influencer global seperti Aisar menunjukkan bahwa festival kita mulai diperhitungkan secara internasional,” pungkas Roni. (Nab)