Riau Jadi Magnet Investasi di Sumatera, Ini Faktor Pendukungnya


Jumat, 15 Agustus 2025 - 15:18:33 WIB
Riau Jadi Magnet Investasi di Sumatera, Ini Faktor Pendukungnya

RIAUIN.COM – Provinsi Riau mencatat pencapaian positif pada Triwulan II tahun 2025 dengan realisasi investasi sebesar Rp12,67 triliun. Capaian ini menempatkan Riau di peringkat ke-11 nasional dan posisi kedua di Sumatera dalam hal serapan investasi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi, pada Jumat (15/8/2025), menyampaikan bahwa investasi yang tinggi ini telah memberikan dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi daerah. Berdasarkan data BPS, ekonomi Riau tumbuh 4,59 persen secara tahunan.

"Angka ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap potensi Riau, terutama pada sektor pertanian, industri pengolahan, dan konstruksi," ungkap Asep.

Ia menjelaskan bahwa lonjakan investasi juga tampak pada indikator Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang naik 2,47 persen. PMTB menunjukkan adanya peningkatan kegiatan investasi fisik seperti pembelian semen, impor pupuk, serta aktivitas konstruksi.

“Peningkatan ini mengindikasikan adanya transformasi dari investasi ke bentuk konkret seperti infrastruktur dan kapasitas produksi,” jelasnya.

Lebih lanjut, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,38 persen. Hal ini didorong oleh distribusi pupuk yang lebih baik serta keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang berdampak pada produksi pertanian, peternakan, dan perikanan.

“Sektor ini memegang peranan penting, tidak hanya untuk ketahanan pangan tetapi juga sebagai komoditas ekspor andalan Riau,” tambahnya.

Sementara itu, industri pengolahan mencatat kenaikan 2,36 persen, ditopang oleh peningkatan produksi kelapa sawit, CPO, dan produk olahannya. Asep menilai bahwa hilirisasi di sektor ini memiliki potensi besar, mulai dari industri berbasis oleokimia hingga makanan dan minuman.

“Ini sektor strategis yang mampu memberi nilai tambah dan menyerap banyak tenaga kerja,” katanya.

Pertumbuhan signifikan juga terlihat di sektor konstruksi yang tumbuh 4,55 persen. Kenaikan ini ditopang oleh peningkatan penggunaan bahan bangunan dan progres proyek infrastruktur strategis seperti tol, pelabuhan, serta kawasan industri baru.

Menurut Asep, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan menjadi daya tarik bagi investor, karena mendukung kelancaran logistik dan aktivitas ekonomi lainnya.

Namun demikian, ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi, seperti kontraksi konsumsi pemerintah sebesar 7,41 persen dan melemahnya sektor pertambangan akibat turunnya produksi minyak dan batu bara.

“Ini menjadi peringatan agar kita tidak terlalu bergantung pada sektor ekstraktif. Diversifikasi ekonomi menjadi hal yang mutlak,” tegas Asep.

Untuk mempertahankan tren positif ini, ia mendorong pemerintah daerah agar mempercepat proses perizinan, menawarkan insentif bagi pelaku usaha, serta mengawal realisasi proyek strategis.

“Jika kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan investor terus diperkuat, Riau akan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.

Dengan letak geografis yang strategis dan potensi sumber daya alam yang besar, Riau tetap menjadi salah satu tujuan investasi yang menjanjikan di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. (Nab)