SPPG Jadi Langkah Strategis Riau Cegah Stunting dan Wujudkan Generasi Unggul


Rabu, 13 Agustus 2025 - 19:00:44 WIB
SPPG Jadi Langkah Strategis Riau Cegah Stunting dan Wujudkan Generasi Unggul

RIAUIN.COM – Pemerintah Provinsi Riau melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) persiapan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Rabu (13/8/2025), di Kantor Gubernur Riau. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi percepatan penanganan stunting melalui kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, serta sinergi lintas sektor.

Azwan, perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, menyampaikan apresiasinya terhadap keseriusan Pemprov Riau dalam mempersiapkan pelaksanaan SPPG. Menurutnya, menurunkan angka stunting tidak cukup hanya dengan program yang baik, namun juga memerlukan kolaborasi dan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan.

"SPPG berfungsi sebagai sarana untuk memastikan intervensi gizi diterima langsung oleh kelompok sasaran, seperti ibu hamil, balita, dan anak-anak," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kesuksesan program ini mencerminkan upaya nyata pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan berdaya saing.

Dalam kesempatan tersebut, Azwan juga menyoroti pentingnya pelatihan aparatur, data yang valid, serta sistem pengawasan yang konsisten. Ia berharap Riau mampu menjadi salah satu daerah yang menjadi contoh nasional dalam implementasi SPPG yang efektif.

Monev ini juga membahas pentingnya pembentukan tim koordinasi di level kabupaten/kota dengan melibatkan berbagai instansi. Selain itu, penguatan fasilitas pelayanan gizi, termasuk di puskesmas, Posyandu, dan pusat layanan gizi lainnya, menjadi perhatian utama.

Pengembangan kapasitas kader Posyandu dan tenaga lapangan melalui pelatihan berkala dianggap sangat penting. Selain itu, pemanfaatan data secara terpadu diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program dan mencegah tumpang tindih kebijakan.

Keterlibatan masyarakat juga diakui sebagai faktor penentu keberhasilan SPPG. Edukasi gizi, pemanfaatan layanan kesehatan, serta gerakan pangan bergizi di tingkat rumah tangga menjadi bagian integral dari strategi ini.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Riau, M. Job Kurniawan, menyampaikan bahwa upaya mengatasi stunting membutuhkan perencanaan menyeluruh dan kerja sama semua pihak. Ia menegaskan bahwa Pemprov Riau telah menetapkan SPPG sebagai salah satu program prioritas.

“Stunting tidak bisa ditangani secara terpisah-pisah. Kita perlu kerja sama yang solid antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat,” jelasnya.

Job juga menegaskan pentingnya edukasi tentang pola makan sehat, kebersihan, dan sanitasi lingkungan. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam menurunkan prevalensi stunting secara berkelanjutan.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan dukungan masyarakat, Riau optimis mampu mencapai target penurunan stunting. “Kami ingin memastikan setiap anak di Riau tumbuh sehat dan menjadi generasi masa depan yang tangguh,” pungkasnya. (Nab)