Pekan Budaya Melayu Serumpun 2025 Sukses Besar, Mahkota Sultan Siak Pikat Ribuan Pengunjung


Senin, 11 Agustus 2025 - 09:44:05 WIB
Pekan Budaya Melayu Serumpun 2025 Sukses Besar, Mahkota Sultan Siak Pikat Ribuan Pengunjung

RIAUIN.COM – Penutupan Pekan Budaya Melayu Serumpun 2025 berlangsung meriah dan meninggalkan catatan positif bagi perkembangan budaya serta ekonomi lokal. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-68 Provinsi Riau ini sukses menyedot perhatian masyarakat dengan beragam pertunjukan dan pameran budaya yang otentik.

Ketua Panitia sekaligus Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat, mengungkapkan apresiasinya atas antusiasme tinggi dari masyarakat. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya seremonial, melainkan sebuah bentuk pembelajaran dan penghormatan terhadap kekayaan budaya Melayu.

“Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir dan berpartisipasi. Ini bukan hanya perayaan, tapi pengalaman budaya yang luar biasa,” ujar Roni, Minggu (10/8/2025).

Salah satu sorotan utama dalam acara ini adalah pameran benda pusaka dari Kesultanan Siak, terutama Mahkota Sultan. Pameran tersebut menjadi magnet tersendiri, menyedot ribuan pengunjung yang penasaran ingin melihat langsung simbol kejayaan masa lalu kerajaan Melayu.

Selama empat hari pelaksanaan, jumlah kunjungan mencapai 15.555 orang. Rinciannya: 1.022 pengunjung di hari pertama (7 Agustus), naik menjadi 2.768 pada hari kedua (8 Agustus), kemudian melonjak drastis pada Sabtu (9 Agustus) dengan 9.875 pengunjung. Di hari terakhir, Minggu (10 Agustus), tercatat 1.890 orang masih memadati lokasi pameran.

“Data kunjungan ini menunjukkan bahwa budaya Melayu punya potensi besar sebagai daya tarik wisata,” tambah Roni.

Dampak positif juga dirasakan di sektor ekonomi. Sebanyak 80 stan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif yang terlibat mencatat perputaran uang mencapai Rp788.650.000. Angka tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan berbasis budaya dapat mendorong perekonomian lokal secara nyata.

Tak hanya itu, sebanyak 1.066 pelaku seni turut memeriahkan acara, mulai dari penari, musisi, hingga seniman mural yang menghias lokasi kegiatan. Menurut Roni, kontribusi para seniman inilah yang menghidupkan suasana dan memperkaya pengalaman para pengunjung.

“Mereka adalah ruh dari acara ini. Tanpa sentuhan seni mereka, suasana tidak akan semeriah ini,” katanya.

Pekan Budaya Melayu Serumpun juga membuka lapangan kerja bagi 290 orang di berbagai lini, mulai dari logistik, keamanan, hingga dokumentasi. Selain itu, 105 pelaku ekraf diberi ruang untuk memamerkan dan menjual produk khas Melayu seperti kuliner, kerajinan, hingga wastra tradisional.

Roni menegaskan, keberhasilan acara ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk mengembangkan event serupa di masa depan. Tujuannya agar Pekan Budaya Melayu Serumpun bisa menjadi agenda tahunan yang lebih besar dan berdampak luas.

“Kami akan terus berbenah dan meningkatkan kualitasnya agar budaya Melayu semakin dikenal luas dan menjadi kekuatan pariwisata Riau,” tutupnya. (*)