RIAUIN.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun SSK II Pekanbaru kembali mendeteksi puluhan titik panas di Pulau Sumatera. Berdasarkan data pada Sabtu (9/8/2025), terpantau sebanyak 49 hotspot, dengan Provinsi Riau dan Sumatera Selatan mencatat jumlah tertinggi.
Menurut petugas BMKG Pekanbaru, Yasir, kemunculan hotspot ini teridentifikasi melalui citra satelit dan menjadi indikasi awal potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Total ada 49 titik panas. Riau terdeteksi 11 titik, sementara Sumatera Selatan sebanyak 14 titik,” kata Yasir.
Rincian hotspot di Riau meliputi: Kabupaten Pelalawan 4 titik, Siak 3 titik, serta masing-masing 1 titik di Kampar, Bengkalis, Kuantan Singingi, dan Rokan Hilir.
Selain itu, Jambi juga mencatat 11 titik panas, disusul Sumatera Utara dengan 5 titik, Sumatera Barat 3 titik, Kepulauan Riau dan Bangka Belitung masing-masing 2 titik, serta Lampung 1 titik.
Yasir menambahkan, keberadaan hotspot ini patut diwaspadai, mengingat sebagian besar wilayah Sumatera kini memasuki musim kemarau.
“Kami mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah yang rawan karhutla,” ujarnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena bisa memicu kebakaran besar yang membahayakan kesehatan dan merusak lingkungan. (*)