Riau Kembali Dinobatkan Sebagai Provinsi Ramah Anak Tahun 2025


Sabtu, 09 Agustus 2025 - 14:39:25 WIB
Riau Kembali Dinobatkan Sebagai Provinsi Ramah Anak Tahun 2025

RIAUIN.COM – Provinsi Riau sukses mempertahankan predikat sebagai Provinsi Ramah Anak (Provila) tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, Pratikno, dan diterima oleh Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi Riau, Fariza, mewakili Gubernur Riau, Abdul Wahid.

Acara penyerahan penghargaan untuk Provinsi dan Kabupaten/Kota Layak Anak tahun 2025 berlangsung di Auditorium KH. M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta Pusat. Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI.

Tidak hanya Provinsi Riau yang mendapat penghargaan, sejumlah daerah di wilayah Bumi Lancang Kuning juga berhasil meraih predikat sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2025 dalam berbagai kategori.

Berikut daftar daerah yang meraih penghargaan KLA 2025:

1. Kategori Pratama: Kabupaten Rokan Hilir (Rohil)

2. Kategori Madya: Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir (Inhil), Kampar, Kuantan Singingi (Kuansing), Pelalawan, dan Rokan Hulu (Rohul)

3. Kategori Nindya: Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Indragiri Hulu (Inhu), dan Kepulauan Meranti

4. Kategori Utama: Kabupaten Siak

Menteri PPPA RI, Arifah Fauzi, menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses evaluasi KLA sejak tahun 2024 hingga kini.

"Upaya ini bukan pekerjaan mudah, namun sebuah bentuk komitmen besar yang membutuhkan kerja keras, dedikasi, dan akurasi tinggi dalam penyusunan data yang bisa dipertanggungjawabkan," ungkap Menteri Arifah.

Menurutnya, KLA mencerminkan keseriusan suatu daerah dalam membangun sistem perlindungan dan pemenuhan hak anak secara menyeluruh, terstruktur, dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar status, program Kabupaten/Kota Layak Anak merupakan pendekatan pembangunan holistik yang memperhatikan berbagai aspek kehidupan anak – mulai dari hak sipil, lingkungan keluarga, pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan anak dalam situasi rentan.

Tujuan akhir dari program ini adalah menciptakan ruang tumbuh yang aman, sehat, dan mendukung bagi anak-anak Indonesia agar berkembang secara optimal. (Nab)