Investasi di Pekanbaru Capai Rp4,12 Triliun pada Triwulan II 2025


Kamis, 07 Agustus 2025 - 12:07:28 WIB
Investasi di Pekanbaru Capai Rp4,12 Triliun pada Triwulan II 2025

RIAUIN.COM – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan, membangun kepercayaan publik, dan menciptakan iklim usaha yang kondusif oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru membuahkan hasil positif terhadap peningkatan investasi di kota tersebut.

Tercatat, selama Triwulan II (April hingga Juni) tahun 2025, realisasi investasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) di Pekanbaru menembus angka Rp4,122 triliun.

Angka ini mencakup 4.521 proyek investasi yang telah dilaksanakan, serta menyerap tenaga kerja sebanyak 3.370 orang.

Secara rinci, nilai investasi dari PMDN pada periode tersebut mencapai Rp3,218 triliun dengan jumlah 4.323 proyek dan menyerap 3.293 tenaga kerja Indonesia (TKI). Sementara untuk PMA, nilainya sebesar Rp903 miliar dengan 198 proyek dan melibatkan 77 tenaga kerja.

Kepala DPMPTSP Kota Pekanbaru, Akmal Khairi, yang didampingi oleh Sekretaris Norpendike Prakarsa pada Rabu (6/8/2025), menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, realisasi investasi pada TW II tahun ini telah melampaui target,” ujar Akmal.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan dan kepercayaan masyarakat akan terus menjadi fokus utama.

“Dengan pelayanan yang optimal dan membangun kepercayaan, kita berharap para investor semakin nyaman menanamkan modal di Pekanbaru,” tambahnya.

Menurut Akmal, iklim usaha yang sehat dan stabil menjadi daya tarik utama bagi para pemilik modal.

“Jika suasana investasi kondusif, pelaku usaha tentu akan merasa aman dan tertarik untuk berinvestasi,” katanya.

DPMPTSP juga memastikan bahwa proses perizinan di berbagai sektor terus dipermudah untuk mendorong pertumbuhan investasi.

“Pada Triwulan I (Januari–Maret 2025), investasi tercatat sebesar Rp1,32 triliun. Sedangkan di TW II melonjak menjadi Rp4,122 triliun. Target kita sekitar Rp5,1 triliun, dan ini baru sampai TW II. Masih ada TW III dan IV untuk mengejar lebih tinggi lagi,” tutupnya. (Nab)