Investasi Kota Pekanbaru Tercatat Rp1,32 Triliun pada Kuartal Pertama 2025


Selasa, 05 Agustus 2025 - 19:02:30 WIB
Investasi Kota Pekanbaru Tercatat Rp1,32 Triliun pada Kuartal Pertama 2025

RIAUIN.COM - Berdasarkan data terbaru dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, total investasi di Kota Pekanbaru selama Januari hingga Maret 2025 (Kuartal I) tercatat sebesar Rp1,32 triliun. Angka ini mencakup realisasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).

Pada periode tersebut, sebanyak 2.543 tenaga kerja terserap, terdiri dari 2.543 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan 2 Tenaga Kerja Asing (TKA). Sementara itu, jumlah proyek yang terealisasi mencapai 2.680 kegiatan.

Sekretaris DPMPTSP Kota Pekanbaru, Norpendike Prakarsa, mewakili Kepala DPMPTSP Akmal Khairi, menyampaikan bahwa PMDN memberikan kontribusi terbesar dengan nilai Rp872 miliar. PMDN ini menyerap 2.429 TKI dan mencakup 2.486 proyek.

“Sementara itu, investasi asing atau PMA mencapai Rp449 miliar. Tenaga kerja yang diserap melalui PMA terdiri dari 114 TKI dan 2 TKA, dengan jumlah proyek sebanyak 194,” jelas Norpendike, Selasa (5/8/2025).

Ia juga memaparkan data DPMPTSP Provinsi Riau, di mana Pekanbaru menjadi daerah dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak untuk investasi PMDN, yakni 2.429 TKI. PMA menyumbang 116 tenaga kerja, terdiri dari 114 TKI dan 2 TKA.

Untuk daerah lain, Kabupaten Bengkalis menyerap 1.863 TKI dari PMDN dan 40 TKI dari PMA tanpa TKA. Sementara di Rokan Hulu, tercatat 1.021 TKI melalui PMDN dan 115 TKI melalui PMA.

Sebagai upaya meningkatkan investasi, DPMPTSP Pekanbaru terus menggalakkan sosialisasi peluang investasi melalui berbagai platform, termasuk aplikasi Pekanbaru Investment Centre (PIC).

“Aplikasi PIC menyediakan beragam informasi penting bagi calon investor, baik sebelum maupun setelah berinvestasi. Mulai dari potensi investasi, peta berbasis GIS, data penanaman modal, hingga informasi UMKM,” kata Akmal Khairi sebelumnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa PIC juga menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan promosi investasi dan pengembangan sektor unggulan daerah melalui media daring.

“Selain memaksimalkan fungsi aplikasi, kami juga berupaya menciptakan iklim investasi yang ramah dan memberikan kemudahan layanan perizinan bagi pelaku usaha,” tutupnya. (Nab)