RIAUIN.COM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 95 insiden kebakaran terjadi di berbagai wilayah kota sejak Januari hingga akhir Juli 2025. Jumlah ini menjadi perhatian serius karena sebagian besar kebakaran terjadi di bangunan yang cukup aktif digunakan masyarakat.
“Kami mengimbau agar seluruh pengelola gedung, baik milik pemerintah maupun swasta, segera melengkapi fasilitas proteksi kebakaran,” ujar Kepala Seksi Operasional DPKP Kota Pekanbaru, Fahriansyah.
Ia menekankan pentingnya setiap gedung memiliki alat pemadam kebakaran sebagai bentuk kesiapsiagaan. Fasilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk mencegah kebakaran meluas, terutama pada bangunan publik.
Fahriansyah juga menyampaikan bahwa upaya pencegahan tidak hanya sebatas menyediakan alat, tapi juga pelatihan sumber daya manusia. “Kami siap memberikan pelatihan penanganan awal kebakaran bagi pengelola gedung, agar mereka bisa bertindak cepat sebelum tim damkar tiba,” jelasnya.
Dengan pelatihan tersebut, diharapkan pengelola tidak panik dan mampu melakukan langkah awal untuk mengendalikan situasi. Keberadaan alat proteksi yang memadai dan pengetahuan yang cukup bisa meminimalkan risiko kerusakan maupun korban jiwa. (Nab)