Operasi Hujan Buatan Ditingkatkan, Pemerintah Kerahkan Pesawat Caravan Cegah Karhutla di Riau


Kamis, 24 Juli 2025 - 14:54:35 WIB
Operasi Hujan Buatan Ditingkatkan, Pemerintah Kerahkan Pesawat Caravan Cegah Karhutla di Riau

RIAUIN.COM – Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus ditingkatkan oleh pemerintah pusat. Salah satu langkah utama yang ditempuh adalah pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mempercepat turunnya hujan buatan di wilayah rawan kebakaran.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa OMC kini menjadi strategi utama dalam pencegahan karhutla, bukan sekadar pelengkap. Hal itu disampaikannya saat memimpin apel kesiapsiagaan karhutla di Kota Pekanbaru, Kamis (24/7/2025).

“Modifikasi cuaca kita laksanakan intensif dengan memperpanjang jam terbang, mulai pukul 6 pagi hingga malam hari, sekitar pukul 9 sampai 10 malam,” jelas Hanif.

Ia menyebutkan bahwa pesawat jenis Caravan telah dikerahkan untuk membantu proses penyemaian awan. Teknologi ini diharapkan mampu memicu hujan di lokasi-lokasi yang sangat rentan mengalami kebakaran.

“Pesawat Caravan kita gunakan untuk membentuk awan hujan lewat operasi modifikasi cuaca. Ini merupakan bagian dari upaya teknologi yang kita kerahkan bersama-sama,” ujarnya.

Namun, Hanif menekankan bahwa modifikasi cuaca tidak bisa berdiri sendiri. Beberapa wilayah, terutama lahan mineral, sulit dijangkau dan memiliki potensi tinggi untuk terbakar.

“Kita masih membutuhkan water bombing, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau seperti Rokan Hulu. Selain itu, pasukan darat tetap harus digerakkan, termasuk di daerah Rokan Hilir,” ungkapnya.

Ia juga mengajak pelaku usaha untuk turut serta dalam penanggulangan karhutla. Pemerintah, menurutnya, tidak bisa bekerja sendiri.

“Kita mengajak sektor swasta ikut berperan dalam upaya pemadaman. Semua pihak harus bersinergi,” jelas Hanif.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan dunia usaha menjadi kunci penting dalam menghadapi bencana karhutla. Penanganan ini harus menjadi gerakan kolektif, bukan hanya tanggung jawab satu pihak.

“Karhutla ini bukan hanya urusan kementerian atau satu lembaga saja. Ini tanggung jawab kita bersama. Mari kita bergandengan tangan menghadapi tantangan ini,” tutupnya. (Nab)