Pemerintah Targetkan 50.000 Hektare Lahan Pertanian Baru di Riau untuk Perkuat Ketahanan Pangan


Rabu, 23 Juli 2025 - 14:45:38 WIB
Pemerintah Targetkan 50.000 Hektare Lahan Pertanian Baru di Riau untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Mentan Andi Amran Sulaiman

RIAUIN.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meluncurkan program perluasan lahan pertanian di Provinsi Riau sebagai langkah strategis untuk mendukung kemandirian pangan nasional. Program ini menjadi bagian dari respon pemerintah terhadap ancaman krisis pangan global dan kebutuhan jangka panjang negara.

Dalam kunjungannya ke Mapolda Riau, Rabu (23/7/2025), Mentan Amran mengungkapkan bahwa saat ini Riau hanya mampu memproduksi sekitar 20 persen dari total kebutuhan pangan wilayahnya. Karena itu, pemerintah berkomitmen mempercepat pembukaan lahan sawah baru sebagai solusi jangka panjang.

“Kami akan turun langsung ke lapangan memastikan kesiapan lokasi. Targetnya 50.000 hektare, meskipun yang sudah terpetakan baru sekitar 25.000 hektare,” ujarnya.

Ia menambahkan, proyek ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan saat ini, tetapi juga untuk menghadapi potensi krisis yang mungkin terjadi dalam 50 hingga 100 tahun mendatang. Pemerintah akan menyediakan dukungan berupa benih unggul, pupuk, serta pelatihan teknis kepada para petani.

Kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan juga akan ditingkatkan agar pelaksanaan program dapat berjalan maksimal.

Di kesempatan yang sama, Menteri Pertanian menyampaikan rasa kagumnya terhadap gerakan lingkungan di Riau. Ia menyoroti kegiatan penanaman pohon yang melibatkan masyarakat luas, termasuk pelajar dari tingkat SD hingga SMA.

“Saya sangat terkesan. Ada gerakan tanam pohon yang begitu masif, melibatkan semua lapisan masyarakat. Ini bisa menjadi contoh untuk program nasional,” katanya.

Menurut Mentan Amran, penghijauan bukan hanya sekadar simbolis, tapi menjadi fondasi penting bagi pertanian yang berkelanjutan dan lingkungan yang sehat. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara produktivitas lahan dan pelestarian alam.

“Lingkungan yang terjaga adalah kunci dari keberhasilan sektor pertanian di masa depan,” pungkasnya. (Nab)