BNPB Rekayasa Cuaca di Riau, Garam dan Kapur Tohor Ditebar untuk Padamkan Karhutla


Senin, 21 Juli 2025 - 14:58:11 WIB
BNPB Rekayasa Cuaca di Riau, Garam dan Kapur Tohor Ditebar untuk Padamkan Karhutla

RIAUIN.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama sepekan di Provinsi Riau guna menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas.

Operasi yang berlangsung mulai Senin (21/7/2025) hingga Minggu (27/7) ini dapat diperpanjang, bergantung pada situasi dan kondisi yang berkembang di lapangan.

Pesawat jenis Cessna PK-SNL (C 208 B) diberangkatkan dari Bandara Pondok Cabe, Pamulang, Banten menuju Pekanbaru pada Minggu (20/7) dan dijadwalkan mendarat pukul 14.30 WIB untuk mendukung kegiatan ini.

Metode yang digunakan dalam OMC ini adalah penyemaian awan menggunakan bahan seperti Natrium Klorida (NaCl) atau garam, guna membentuk hujan buatan di area-area rawan terbakar.

"Langkah ini kami tempuh agar proses pemadaman bisa lebih cepat melalui percepatan turunnya hujan di titik-titik api," jelas Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Senin (21/7/2025).

Selain garam, tim BNPB juga menggunakan kapur tohor atau Kalsium Oksida (CaO) yang berfungsi menetralisir partikel asap serta gas beracun dari kebakaran yang berpotensi menghambat pembentukan awan.

Penyemaian garam dilakukan setelah udara mulai bersih, agar hujan buatan bisa tercipta lebih efektif. Abdul menambahkan, strategi OMC di Riau ini berbeda dari yang diterapkan di wilayah Jabodetabek beberapa waktu lalu.

"Kalau di Jabodetabek kami berusaha menahan hujan untuk cegah banjir, di Riau justru kami berupaya memunculkan hujan agar bisa memadamkan api," pungkasnya. (Nab)