Sekolah Rakyat Provinsi Riau Siap Dibuka Akhir Juli, Renovasi Gedung Hampir Rampung


Jumat, 18 Juli 2025 - 14:44:04 WIB
Sekolah Rakyat Provinsi Riau Siap Dibuka Akhir Juli, Renovasi Gedung Hampir Rampung

RIAUIN.COM – Pembukaan Sekolah Rakyat tingkat provinsi untuk jenjang SMA di Riau dijadwalkan pada akhir Juli. Pelaksanaan program ini sempat tertunda karena gedung yang akan digunakan masih dalam proses renovasi.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Zulfadli, menyampaikan bahwa persiapan dari sisi tenaga pengajar dan calon siswa telah selesai. Saat ini, tinggal menunggu kesiapan fisik bangunan yang berlokasi di Asrama Haji.

“Sekolah rakyat tingkat provinsi kita targetkan mulai akhir Juli. Lokasinya di Asrama Haji, yang saat ini masih dalam tahap renovasi,” ujarnya pada Jumat (tanggal disesuaikan).

Pada tahap awal, sekolah ini akan menampung 50 peserta didik yang terbagi dalam dua kelompok belajar. Mereka merupakan siswa terpilih dari 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

“Tahun pertama ini kita mulai dengan 50 siswa. Semuanya hasil seleksi dari berbagai daerah di Riau,” tambahnya.

Gubernur Riau, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa sebelumnya pemerintah provinsi sempat mempertimbangkan penggunaan fasilitas Pesantren Teknologi Riau sebagai lokasi sementara. Namun, karena kegiatan belajar reguler masih berlangsung di sana, rencana tersebut dibatalkan.

Sebagai alternatif, ruang belajar di Asrama Haji dipilih karena dianggap lebih siap untuk digunakan sambil menunggu pembangunan gedung sekolah permanen yang ditargetkan selesai tahun depan.

“Kita perlu memulai tahun ini, meskipun gedung permanennya baru selesai tahun depan,” kata Wahid.

Ia menegaskan bahwa program ini ditujukan bagi siswa dari keluarga prasejahtera, agar mereka segera dapat mengakses pendidikan berkualitas secara gratis. Proses seleksi peserta diserahkan sepenuhnya kepada Kementerian Sosial, yang memang ditugaskan langsung oleh Presiden RI untuk menangani hal ini.

“Seleksi dilakukan oleh Kementerian Sosial yang ditunjuk Presiden untuk menangani penerimaan siswa dari keluarga tidak mampu,” tutup Gubernur Wahid. (Nab)