Titik Panas Melonjak di Riau, BMKG Imbau Waspada Karhutla


Kamis, 17 Juli 2025 - 15:01:42 WIB
Titik Panas Melonjak di Riau, BMKG Imbau Waspada Karhutla

RIAUIN.COM – Sepanjang Kamis, 17 Juli 2025, sebagian besar wilayah di Provinsi Riau diperkirakan akan mengalami cuaca cerah berawan tanpa potensi hujan yang berarti. Informasi dari BMKG Pekanbaru menunjukkan bahwa dari pagi hingga dini hari, cuaca di wilayah ini cenderung stabil.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada karena pada malam hingga dini hari, udara diprediksi akan berkabut.

Forecaster on duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira M, menjelaskan bahwa suhu udara hari ini berkisar antara 23 hingga 35 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi, yakni antara 50 hingga 98 persen. Sementara itu, angin bertiup dari tenggara ke barat dengan kecepatan 10 hingga 30 km per jam.

“Belum ada indikasi cuaca ekstrem. Namun, kabut bisa menjadi gangguan di malam hari, jadi tetap perlu kewaspadaan,” ujar Yudhistira.

Di tengah kondisi cuaca yang relatif bersahabat, jumlah titik panas di Riau justru mengalami lonjakan. Data terbaru per pukul 23.00 WIB mencatat adanya 70 hotspot tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Wilayah yang paling terdampak adalah Kabupaten Rokan Hilir dengan 45 titik panas, disusul oleh Rokan Hulu dengan 13 titik, Kota Dumai 4 titik, dan sisanya tersebar di Kampar, Pelalawan, Siak, Indragiri Hulu, dan Bengkalis.

“Total titik panas di Pulau Sumatera mencapai 225. Riau menjadi salah satu penyumbang terbesar selain Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung,” ungkapnya.

BMKG mengingatkan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi seperti Rokan Hilir.

“Walau belum ada hujan, kami harap masyarakat tidak membakar lahan secara sembarangan. Pencegahan karhutla perlu keterlibatan aktif semua pihak,” imbuh Yudhistira.

Sementara itu, kondisi perairan di wilayah Riau cukup kondusif. Gelombang laut dilaporkan rendah, berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter, sehingga dinilai aman untuk aktivitas pelayaran. (Nab)