Sandang Gelar Datuk Seri Setia Amanah, Gubri Tegaskan Kepemimpinan Berbasis Budaya dan Keteladanan


Sabtu, 05 Juli 2025 - 14:58:44 WIB
Sandang Gelar Datuk Seri Setia Amanah, Gubri Tegaskan Kepemimpinan Berbasis Budaya dan Keteladanan

RIAUIN.COM – Gubernur Riau, Abdul Wahid, menerima gelar adat Datuk Seri Setia Amanah dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR). Prosesi penabalan tersebut berlangsung khidmat di Balai Adat LAMR, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, pada Sabtu (5/7/2025).

Dalam sambutannya, Abdul Wahid mengungkapkan rasa syukur atas penganugerahan gelar adat tersebut. Menurutnya, gelar ini bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan amanah besar yang harus dijaga dan ditunaikan dengan sebaik-baiknya.

“Dengan penuh rasa haru dan keikhlasan, saya menerima gelar Datuk Seri Setia Amanah. Ini adalah bentuk tanggung jawab, bukan sekadar penghargaan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa gelar ini membawa tanggung jawab moral yang besar karena di dalamnya terkandung harapan masyarakat dan legitimasi adat terhadap seorang pemimpin.

“Ini bukan hanya menyangkut nama pribadi, tapi juga kepercayaan masyarakat adat kepada saya. Saya menyampaikan terima kasih kepada LAM Riau serta seluruh tokoh adat dan masyarakat atas kepercayaan ini,” lanjutnya.

Abdul Wahid mengatakan bahwa makna gelar tersebut selaras dengan prinsip kepemimpinan yang ia junjung, yaitu menjadikan nilai budaya sebagai landasan pembangunan daerah. Ia berkomitmen untuk terus menjaga harmoni antara pembangunan dan kearifan lokal.

“Setia pada janji, teguh menjaga amanah, dan senantiasa mengangkat marwah negeri adalah nilai-nilai yang terkandung dalam gelar ini. Kepemimpinan tidak untuk diagungkan, tetapi untuk melayani dan menjadi teladan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun Riau dengan menjadikan budaya Melayu dan nilai keagamaan sebagai fondasi. Hal ini tercermin dalam visi “Riau Berdelau” yang berarti Riau yang Berbudaya Melayu, Dinamis, Ekologis, Agamis, dan Unggul.

“Budaya dan agama adalah dua pilar penting yang menjadi arah dan karakter pembangunan Riau. Ini adalah cara kita menjaga jati diri daerah di tengah arus globalisasi,” ujarnya.

Penabalan gelar adat ini, kata Abdul Wahid, menjadi pengingat untuk terus menjaga martabat daerah dan memperkuat identitas Melayu. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Riau untuk menjaga kebudayaan dan memperkuat persatuan.

“Melalui semangat Riau Rumah Rumpun Melayu, mari kita rawat warisan leluhur dan jaga marwah negeri. Takkan Melayu hilang di bumi,” tutupnya. (Nab)