Peserta Tafsir Al-Qur’an Tunjukkan Kepiawaian Berbahasa di MTQ Riau 2025


Senin, 30 Juni 2025 - 12:01:29 WIB
Peserta Tafsir Al-Qur’an Tunjukkan Kepiawaian Berbahasa di MTQ Riau 2025

RIAUIN.COM – Kompetisi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-43 tingkat Provinsi Riau tahun 2025 terus menghadirkan semangat juang para kafilah dari berbagai daerah. Salah satu cabang yang menarik perhatian adalah lomba Tafsir Al-Qur’an dalam dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, yang digelar pada Senin (30/6/2025).

Bertempat di Masjid Al Kautsar, Kabupaten Bengkalis, sebanyak 39 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Riau unjuk kebolehan dalam menafsirkan ayat suci Al-Qur’an secara lisan dalam dua bahasa. Untuk cabang Bahasa Indonesia, terdapat 19 peserta (10 putra dan 9 putri), sedangkan cabang Bahasa Inggris diikuti oleh 20 peserta (11 putra dan 9 putri).

Kompetisi ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, dengan babak final akan diselenggarakan pada Kamis (3/7/2025). Para peserta diuji tidak hanya dari aspek pemahaman tafsir, tetapi juga kemampuan menyampaikan materi secara sistematis, bernalar, dan komunikatif sesuai kaidah bahasa yang digunakan.

Persaingan berlangsung ketat. Dewan juri harus menyeleksi dengan cermat untuk menentukan enam finalis terbaik dari masing-masing cabang. Kriteria penilaian meliputi ketepatan tafsir, kedalaman isi, kefasihan berbahasa, struktur penyampaian, dan penguasaan panggung.

Lomba tafsir ini menjadi sorotan karena menuntut penguasaan keilmuan dan kebahasaan yang tinggi. Terutama pada cabang Bahasa Inggris, peserta dituntut memahami terminologi keislaman dalam konteks bahasa asing, yang menjadi nilai strategis dalam pengembangan dakwah global.

Sejak pagi, peserta hadir dengan penuh antusias didampingi pelatih dan official. Dukungan dari masing-masing daerah memberikan semangat tersendiri bagi para peserta untuk menampilkan yang terbaik.

Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi keagamaan, namun juga menjadi wadah pembinaan generasi muda yang berkarakter Qur’ani, berpemahaman luas, serta siap berdakwah di era multibahasa dan globalisasi. (Nab)