Tiga Hari Pendaftaran Dibuka, Sekolah Negeri Favorit di Pekanbaru Masih Jadi Incaran Calon Siswa


Jumat, 27 Juni 2025 - 12:01:39 WIB
Tiga Hari Pendaftaran Dibuka, Sekolah Negeri Favorit di Pekanbaru Masih Jadi Incaran Calon Siswa

RIAUIN.COM – Tiga hari sejak dibukanya Penerimaan Murid Baru (PMB) Online pada Selasa, 24 Juni 2025, sejumlah sekolah negeri unggulan di Pekanbaru seperti SMAN 1, SMAN 5, dan SMAN 8 masih menjadi pilihan terbanyak bagi calon siswa. Proses unggah berkas pendaftaran dijadwalkan akan ditutup pada 29 Juni 2025.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, SMAN 1, SMAN 5, dan SMAN 8 tetap menjadi yang paling diminati peserta PMB tahun ini,” ujar Asrol Kamal MPd, Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kamis (26/6/2025) di Pekanbaru.

Asrol menjelaskan bahwa minat tinggi terhadap sekolah-sekolah berprestasi ini belum sebanding dengan daya tampung yang tersedia. Kapasitas tiap ruang belajar maksimal hanya 36 siswa, dan jumlah ruang tidak dapat ditambah karena keterbatasan lahan.

“Akibatnya, akan ada banyak pendaftar yang tidak bisa tertampung di sekolah-sekolah tersebut,” tambahnya.

Sebagai solusi, pihak Dinas Pendidikan berencana mengkaji kemungkinan menjadikan SMAN 1 dan SMAN 8 sebagai sekolah unggulan, serupa dengan SMA Plus dan SMA Olahraga Provinsi Riau.

“Nanti yang diterima di sekolah-sekolah tersebut adalah siswa yang memang berprestasi. Mudah-mudahan ini bisa diterapkan tahun depan,” harap Asrol.

Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak terlalu memaksakan anak-anak mereka masuk ke sekolah favorit, karena semua SMA memiliki fungsi yang sama sebagai jenjang pendidikan menengah.

“Yang penting anak bisa lanjut ke tahap pendidikan berikutnya atau masuk ke perguruan tinggi,” tegasnya.

Terkait jalur penerimaan, dari empat jalur yang tersedia—domisili, afirmasi (ekonomi tidak mampu/disabilitas), perpindahan orang tua, dan prestasi—jalur domisili dan prestasi masih menjadi yang paling banyak digunakan.

“Untuk jalur afirmasi, persyaratannya cukup ketat, mungkin itu sebabnya kurang diminati,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa untuk jalur prestasi non-akademik harus dibuktikan dengan pencapaian berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga nasional, sedangkan jalur tahfidz harus diakui oleh LPTQ.

“Aspek nilai akademik juga sangat penting. Meski jarak rumah dekat dengan sekolah, jika nilai tidak memenuhi standar, siswa tetap bisa tidak diterima. Sebaliknya, siswa dari jarak lebih jauh bisa diterima jika nilainya lebih tinggi,” tutupnya. (Nab)