Harga TBS Petani Swadaya di Riau Naik, Usia Tanaman 9 Tahun Catat Kenaikan Tertinggi


Selasa, 24 Juni 2025 - 14:53:55 WIB
Harga TBS Petani Swadaya di Riau Naik, Usia Tanaman 9 Tahun Catat Kenaikan Tertinggi

RIAUIN.COM – Kabar menggembirakan datang bagi petani kelapa sawit di Riau. Harga tandan buah segar (TBS) untuk petani mitra swadaya kembali mengalami kenaikan pada minggu keempat Juni 2025.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada tanaman sawit berusia 9 tahun, yakni sebesar Rp66,44 per kilogram atau naik 2,10 persen dibanding pekan lalu.

Menurut Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Defris Hatmaja,  penentuan harga periode 25 Juni hingga 1 Juli 2025 telah menggunakan rendemen harga terbaru yang merupakan hasil kajian PPKS Medan, dan telah disepakati oleh Tim Penetapan Harga.

"Dari hasil evaluasi indikator pasar, terutama harga crude palm oil (CPO) dan kernel, harga TBS untuk petani mitra swadaya mengalami kenaikan. Untuk tanaman usia 9 tahun, harga mencapai Rp3.226,94 per kilogram dan akan berlaku selama satu minggu," jelas Defris.

Ia menyebutkan, peningkatan ini disebabkan oleh naiknya harga CPO sebesar Rp438,79/kg dari minggu sebelumnya. Meski demikian, harga kernel justru turun sebesar Rp423,72/kg.

Sementara itu, indeks K yang digunakan tetap berada di angka 92,09 persen. Harga cangkang untuk periode satu bulan ke depan ditetapkan sebesar Rp25,06/kg.

Defris juga menjelaskan bahwa tidak seluruh pabrik kelapa sawit melakukan penjualan dalam periode ini. Oleh karena itu, sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 01 Tahun 2018 Pasal 8, harga ditetapkan berdasarkan rata-rata tim. Bila masuk validasi kedua, maka digunakan rata-rata harga KPBN.

Adapun rata-rata harga CPO KPBN saat ini adalah Rp13.629,40/kg, sementara harga kernel KPBN mencapai Rp9.800,50/kg.

"Penetapan harga ini merupakan bagian dari upaya kami menciptakan sistem yang adil dan transparan. Kami terus berkomitmen bersama para pihak, termasuk Kejaksaan Tinggi Riau, untuk mendukung sistem penetapan harga yang berpihak kepada petani dan menjaga kestabilan industri sawit," tegas Defris. (Nab)