PEKANBARU, Riauin.com
- Penyidik Reserse Kriminal Polresta masih kesulitan ungkap pelaku
dugaan bom molotov yang terjadi beberapa kali beberapa bulan lalu di
Pekanbaru. Ada 3 kasus yang membuat hebih masyarakat saat itu.
Kabid
Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, saat diwawancarai
halloriau.com, Kamis (9/11/2017) siang mengatakan kasus ini masih
menunggu tim Labfor dari medan.
"Masih menunggu hasil Laboratorium dari Medan terkait ketiga kasus dugaan molotov yang terjadi saat ini," ungkap Guntur.
Sejauh
ini terkait mandatnya hasil pengungkapan yang dilakukan penyidik dalam
menemukan motiv pelaku dan orang yang bertanggung jawab dalam kasus ini.
Semua tergantung hasil Labfor tersebut.
"Semua kasus ini (tiga
kasus molotov,red) masih menemukan kesulitan baik dari penyelidikan di
tempat kejadian perkara di lapangan maupun menunggu hasilnya," sebut
Guntur.
Sementara, Guntur memberikan perumpamaan kesulitan di
lapangan, jika di lokasi kejadian sudah bersih atau dibersihkan oleh
korban. Itu yang menyulitkan polisi dalam melakukan penyelidikan lebih
lanjut.
"Jika lokasi sudah bersih atau sengaja dan tidak sengaja
dibersihkan, itu membuat kesulitan polisi dalam mengembangkan dalam
sebuah kasus. Karena olah TKP itu awalnya proses penyelidikan polisi
mengungkap kasus itu," terang Guntur.
Lebih lanjut Guntur
memaparkan secara gamblang, bahwa ada beberapa kasus-kasus dugaan
molotov yang ditangani pihak penyidik Reserse Kriminal Polresta
Pekanbaru mengalami kesulitan. Di antara rumah anggota DPRD Riau, Ketua
LAM Pekanbaru dan Kabid Bina PUPR PLH.
"Kasus dugaan molotov yang
terjadi pada anggota DPRD Provinsi Riau mengalami kesulitan karena
lokasi kejadian sudah sempat dibersihkan. Sementara lainnya lagi dalam
tahap menunggu proses Labfor Medan," terang Guntur
Lebih lanjut,
Guntur mengatakan bahwa pihak Polda riau telah pernah menekankan
Kapolresta Pekanbaru (menyampaikan,red) untuk segera mengungkap kasus
dugaan bom molotov yang terjadi di wilayah jajarannya.
"Ya,
Kapolda Riau pernah menyampaikan, bahwa Penyidik Polresta Pekanbaru
untuk segera mengungkap kasus dugaan molotov beberapa waktu lalu," pesan
Guntur, seperti dilansir dari halloriau.
Terkait kasus dugaan bom molotov yang terjadi saat ini,
Guntur menghimbau kepada masyarakat untuk dapat membantu proses
penyelidikan polisi di lapangan. Jangan sekali-kali membersihkan lokasi
kejadian dari apapun bentuk jenis kasusnya.
"Jika dibersihkan
tanpa pemberitahuan polisi akan membuat kesulitan bagi polisi mengungkap
kasus penyelidikan yang terjadi di lapangan. Karena dari situlah
awalnya polisi melakukan penyelidikan dan pengungkapan kasus yang
terjadi," imbuh Guntur. (nol)