Gubernur Riau Minta BRK Syariah Lebih Progresif, Tak Lagi Bergantung pada Pemerintah


Jumat, 20 Juni 2025 - 15:07:09 WIB
Gubernur Riau Minta BRK Syariah Lebih Progresif, Tak Lagi Bergantung pada Pemerintah

RIAUIN.COM – Gubernur Riau, Abdul Wahid, menyuarakan keinginannya agar Bank Riau Kepri (BRK) Syariah tidak hanya fokus pada sektor pemerintahan, namun juga merambah sektor swasta dan pelaku usaha kecil menengah (UMKM). Hal ini disampaikannya saat penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Riau dan BRK Syariah di Shariah Digital Center, Pekanbaru, Kamis (19/6/2025).

Abdul Wahid menegaskan bahwa BRK Syariah perlu berkembang menjadi lembaga keuangan yang inklusif dan progresif. "Saya ingin melihat BRK Syariah mampu berkembang secara signifikan, menjangkau masyarakat umum hingga pelaku usaha," ucapnya.

Meskipun segmen pemerintah tetap menjadi pasar utama, Wahid menekankan bahwa BRK Syariah tidak boleh terlena. Ia menilai sektor swasta memiliki potensi besar yang perlu digarap dengan pendekatan yang inovatif.

"Memang segmen pemerintahan itu dominan, tapi dunia usaha dan sektor lainnya juga menjanjikan. Inilah yang harus kita kejar jika ingin maju," tuturnya.

Dalam rangka memperluas jaringan bisnis BRK Syariah, Wahid mengungkapkan rencana untuk menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan besar di wilayah Riau, seperti PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), RAPP, dan Indah Kiat. Ia optimistis bahwa dengan pembenahan internal dan layanan yang membaik, BRK Syariah akan meraih kepercayaan yang lebih luas dari kalangan dunia usaha.

"Kalau kita terus meningkatkan kualitas layanan, maka kepercayaan dari masyarakat dan pelaku usaha juga akan tumbuh," ujarnya.

Wahid menambahkan bahwa kepercayaan publik merupakan aset penting dalam dunia perbankan. Oleh karena itu, menjaga citra positif dan kredibilitas BRK Syariah harus menjadi prioritas utama.

"Reputasi adalah segalanya di sektor jasa keuangan. Tanpa kepercayaan, sulit untuk berkembang," katanya.

Ia juga memberi pesan khusus kepada seluruh tim BRK Syariah agar terus menjaga kekompakan dan profesionalisme dalam bekerja. Menurutnya, sinergi internal adalah kunci untuk menghadapi berbagai tantangan dan mencapai target pertumbuhan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus, menyatakan bahwa pihaknya siap menjawab tantangan tersebut. Ia menekankan pentingnya peningkatan layanan serta penguatan manajemen keuangan berbasis prinsip syariah.

"BRK Syariah akan terus berupaya menjadi bank yang tidak hanya efisien dan transparan, tapi juga inovatif dalam layanan dan produk," ungkap Helwin.

Dengan strategi ini, BRK Syariah diharapkan dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di Riau, khususnya bagi sektor UMKM dan industri lokal, serta memperluas kontribusi terhadap perekonomian nasional. (Nab)