Acara pencabutan undian pacu rayon II Hulu Kuantan
RIAUIN. COM– Perhelatan akbar Pacu Jalur Rayon II di Tepian Gudang Pulau Gobah, Kecamatan Hulu Kuantan, tahun ini mencetak sejarah baru dengan partisipasi 61 jalur, terbanyak sepanjang sejarah Pacu Rayon II.
Ajang adu kecepatan perahu tradisional ini akan digelar selama tiga hari, mulai Jumat (20/6) hingga Minggu (22/6/2025), menjanjikan persaingan sengit dan tontonan menarik bagi ribuan penonton.
Antusiasme tinggi sudah terasa menyusul hasil pencabutan undian yang berlangsung Kamis (19/6) sore di Gedung Serbaguna Ma'rifat Mardjani Kantor Camat Hulu Kuantan. Sebanyak enam laga sengit dipastikan akan langsung memanaskan persaingan di hari pertama.
Duel-duel yang paling ditunggu antara lain Pangeran Fortuna kontra Putri Anggun (hilir 1), Juragan Kuantan melawan Palimo Olang Putie (hilir 4), serta pertemuan Singa Kuantan dengan Halilintar Gelombang Cahaya Putih (hilir 5).
Tak kalah menarik, aduan hari pertama esok, sejumlah jalur andalan dari Hulu Kuantan akan berlaga sekadang. Sehingga dari 13 andalan tuan rumah nyaris separuh akan terhenti langkahnya pada hari pertama. .
Pertemuan sejumlah kandidat juara di hari pertama ini diprediksi akan menyedot ribuan penonton. Sementara itu, juara bertahan 2023, Ratu Sialang, berhasil melaju otomatis ke hari kedua setelah meraih kemenangan bay.
Pengamat Pacu Jalur kenamaan, Darwis, memuji arena di Tepian Gudang Pulau Gobah yang dinilainya sangat ideal untuk menguji kecepatan jalur karena karakteristiknya yang lurus dan berimbang.
"Yang menarik di Rayon II ini adalah, ada jalur juara 1 dan 2 tingkat nasional. Dengan berkumpulnya jalur-jalur yang sudah punya nama diberbagai arena, maka pacu jalur Hulu Kuantan akan menjadi tontonan yang menarik dan menghibur," ujar Darwis.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga budaya pacu jalur dalam balutan silaturahmi, yang telah terbukti mampu mempersatukan masyarakat Kuansing dan Indragiri Hulu.
Camat Hulu Kuantan, Azisman SST, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan bertanding kepada seluruh peserta, seraya mengingatkan untuk selalu menjaga sportivitas.
"Kepada masyarakat Hulu Kuantan, jadilah tuan rumah yang baik, supaya acara kita ini sukses. Sukses acara, sukses prestasi," pesannya.
Ketua Umum Pacu Jalur Hulu Kuantan, Martapen, memastikan seluruh persiapan, termasuk tim pancang start dan finish, telah rampung. "Kita tinggal pelaksanaan dan pelepasan jalur saja.
Seluruh panitia dan seksi-seksi sudah siap. Semoga tidak ada kendala nantinya," pungkas Martapen.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menunjukkan komitmen kuatnya dalam melestarikan tradisi pacu jalur.
Kepala Dinas Pariwisata Kuantan Singingi, Azhar Ali, mengungkapkan bahwa Pemkab Kuansing tengah mengusulkan sekitar 415 hektar kawasan hutan di Desa Jake kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk dijadikan hutan adat.
Usulan ini bertujuan khusus untuk menjaga kelangsungan tradisi pacu jalur yang menjadi identitas budaya masyarakat Kuansing.
"Tadi sudah ditinjau oleh pihak kementerian, luasnya sekitar 400 hektar lebih untuk dijadikan hutan adat," kata Azhar saat pembukaan acara pencabutan undian pacu jalur rayon II.
Hutan adat tersebut, lanjut Azhar, akan dijaga ketat oleh masyarakat adat dan tidak boleh ditanami tanaman perkebunan. Namun, nantinya akan diperbolehkan untuk ditanami bibit kayu jalur sebagai antisipasi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan bahan baku perahu jalur.
Azhar menegaskan bahwa Kuansing sangat konsisten dalam memelihara tradisi pacu jalur agar tetap lestari sepanjang masa, mengingat pacu jalur bukan hanya sekadar olahraga, melainkan juga perekat silaturahmi antar masyarakat.
Ia menekankan pentingnya menjaga nilai tradisional pacu jalur, yang membedakannya dengan tradisi perahu lain seperti perahu naga, di mana pemacunya boleh memakai baju kaos namun tukang tariinya harus berpakaian Melayu.
"Karena Kuansing ini adalah orang Melayu," pungkas Azhar, menegaskan identitas budaya Melayu Kuansing yang kental dalam tradisi pacu jalur. (hen)