DAU dan DBH Naik, Transfer ke Daerah di Riau Tumbuh Positif


Kamis, 19 Juni 2025 - 17:42:17 WIB
DAU dan DBH Naik, Transfer ke Daerah di Riau Tumbuh Positif

RIAUIN.COM – Hingga 31 Mei 2025, belanja negara di Provinsi Riau mencatatkan perkembangan positif, khususnya pada pos Transfer ke Daerah yang tumbuh sebesar 7,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Riau, Heni Kartikawati, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini terutama dipicu oleh peningkatan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 5,35 persen, serta lonjakan signifikan pada Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar 20,80 persen.

“Tambahan dana ini memberikan ruang fiskal yang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk memperkuat program pembangunan dan layanan publik, meskipun beberapa pos belanja lainnya sedang mengalami tekanan,” ujarnya pada Kamis (19/6/2025).

Meskipun demikian, total belanja negara di Riau hingga akhir Mei 2025 tercatat sebesar Rp11,26 triliun atau turun 2,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Penurunan ini terutama terjadi pada Belanja Pemerintah Pusat yang turun drastis sebesar 25,86 persen karena adanya pengurangan anggaran,” tambah Heni.

Di tengah tekanan fiskal tersebut, pos belanja pegawai dan bantuan sosial masih menunjukkan pertumbuhan, menjadi penopang utama dalam menjaga stabilitas fiskal di daerah.

Dari sisi penerimaan negara, Riau mencatatkan pendapatan sebesar Rp10,45 triliun, meningkat tajam 52,14 persen secara tahunan. Peningkatan tersebut disumbang oleh lonjakan penerimaan dari pajak lainnya sebesar 33.612 persen, serta kenaikan Bea Keluar sebesar 821,75 persen.

Namun, Pajak Penghasilan (PPh) justru mengalami penurunan 2,11 persen, yang turut menahan laju pertumbuhan penerimaan perpajakan secara keseluruhan. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga melemah 3,97 persen, dengan nilai Rp533,79 miliar.

Sektor Bea Cukai tampil menonjol, berhasil mencapai 222,98 persen dari target tahunan atau sebesar Rp4,26 triliun, menjadikannya kontributor utama terhadap pendapatan negara di wilayah ini.

Secara keseluruhan, aktivitas ekonomi di Riau masih terjaga meski neraca APBN daerah kembali mengalami defisit sebesar Rp806,33 miliar, berbanding terbalik dengan bulan sebelumnya yang sempat mengalami surplus.

Di sektor perdagangan luar negeri, ekspor Riau tetap tinggi dengan nilai mencapai USD 7,93 miliar, didominasi oleh industri pengolahan yang menyumbang 97,78 persen. Sementara impor tercatat sebesar USD 0,71 miliar, mayoritas berupa bahan baku dan barang penolong.

Dari sisi harga, Riau mengalami deflasi sebesar 0,78 persen (month-to-month) pada Mei 2025, yang disebabkan oleh penurunan harga beberapa komoditas pangan seperti cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah. (Nab)