Ilustrasi
RIAUIN.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memprediksi sejumlah wilayah di Provinsi Riau akan mengalami hujan ringan bersifat lokal pada Jumat malam hingga dini hari, 13 Juni 2025.
Pada pagi hingga siang hari, cuaca di Riau diperkirakan cerah hingga cerah berawan. Suhu udara berada di kisaran 23–34 derajat Celsius, sementara kelembapan udara tercatat antara 55–99 persen.
“Untuk siang dan sore hari, potensi hujan ringan terpantau di wilayah seperti Kabupaten Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Pelalawan. Menjelang malam, cakupan hujan diperkirakan semakin luas,” kata Bella R. Adelia, prakirawan BMKG Pekanbaru.
Pada malam hari, hujan ringan berpotensi turun di wilayah Pelalawan, Kuantan Singingi, Siak, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kepulauan Meranti. Sementara pada dini hari, hujan lokal masih mungkin terjadi di Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, serta Kuantan Singingi.
Meskipun tidak terdapat peringatan dini untuk cuaca ekstrem, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap potensi gangguan aktivitas akibat hujan malam, terutama di daerah yang rentan terjadi genangan air.
Angin diprediksi bertiup dari arah tenggara ke barat dengan kecepatan antara 10–30 km/jam. Sementara kondisi gelombang laut di wilayah perairan Riau relatif tenang, berkisar 0,5 hingga 1,25 meter.
Selain itu, BMKG juga melaporkan hasil pantauan titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera hingga pukul 23.00 WIB sebanyak 119 titik. Rinciannya meliputi: Bengkulu 9 titik, Jambi 11 titik, Lampung 1 titik, Sumatera Barat 7 titik, Sumatera Selatan 17 titik, Sumatera Utara 35 titik, Kepulauan Riau 1 titik, Bangka Belitung 9 titik, dan Riau 29 titik.
Di wilayah Riau, titik panas tersebar di Kota Dumai (8 titik), Kampar (2 titik), Kuantan Singingi (2 titik), Rokan Hilir (11 titik), dan Rokan Hulu (6 titik).
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap siaga terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat masih tingginya jumlah hotspot meski hujan lokal tetap terjadi di beberapa daerah. (Nab)