Jafrinaldi Shiddiq Calon Sekda Provinsi Riau
RIAUIN. COM- Di kancah birokrasi Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), nama Jafrinaldi, AP, M.IP, bukanlah sosok asing. Ia adalah figur birokrat muda yang telah kenyang pengalaman memimpin berbagai dinas dan badan.
Dengan latar belakang ilmu pemerintahan, Jafrinaldi dikenal sebagai pejabat serba bisa, pernah menangani urusan pasar dan kebersihan, lingkungan hidup, penerimaan pendapatan daerah, kesehatan, hingga perencanaan daerah.
Keberhasilannya ini tak lepas dari kemampuannya menjalin komunikasi yang baik dengan rekan kerja, instansi vertikal, DPRD, komponen sipil, hingga masyarakat luas.
Jafrinaldi bukanlah tipe pejabat yang sekadar menjalani rutinitas. Di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diamanahkan padanya, ia selalu menelurkan inovasi dan terobosan.
Baginya, menjalankan amanah harus diimbangi dengan inovasi demi mencapai target yang telah ditetapkan, kendati ia menyadari bahwa proses pencapaian target tak pernah luput dari berbagai tantangan.
Salah satu torehan prestasinya yang paling mencolok adalah ketika ia memimpin Dinas Lingkungan Hidup. Dengan tekad bulat, Jafrinaldi menargetkan Kuansing meraih penghargaan Adipura untuk pertama kalinya.
Target ini bukanlah hal mudah. Tugasnya tidak hanya fokus pada masalah kebersihan semata, melainkan juga meliputi pembenahan tempat pembuangan akhir sampah, penanaman pohon pelindung dari tiga gerbang pintu masuk hingga ke pusat Kota Teluk Kuantan, serta perbaikan taman median jalan Proklamasi Sungai Jering dan jalur dua STM-Sawah yang sebelumnya minim bunga dan pohon pelindung.
Tantangan terberat dalam meraih Adipura kala itu adalah keberadaan pasar tumpah di jalanan sekitar pasar rakyat. Dengan pendekatan yang humanis dan kolaborasi lintas OPD, Jafrinaldi berhasil merelokasi para pedagang pasar tumpah ke Pasar Rakyat hingga saat ini, tanpa menimbulkan gejolak.
"Kalau masih ada pasar di jalanan kota, sangat sulit meraih Adipura," ungkapnya waktu itu.
Menurutnya, penilaian Adipura tidak hanya berdasarkan tinjauan lapangan. Keluhan dan komplain warga di media massa serta media sosial menjadi perhatian tim penilai. Untuk itu, ia menerapkan kerja maksimal bagi petugas kebersihan dan pertamanan demi meminimalkan keluhan.
"Jadi penilaian Adipura tidak semata peninjauan di lapangan, namun juga pengamatan tim penilai terhadap pemberitaan media massa dan keluhan warganet," jelasnya.
Tidak hanya sampai disitu, keberhasilan Jafrinaldi juga terlihat saat ia memimpin Badan Pendapatan Daerah. Di bawah kepemimpinannya, Badan Pendapatan Daerah menerima APBD Award 2024.
Penghargaan ini diraih berkat peningkatan target realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi 130 persen, yang sebelumnya hanya berkisar 75 hingga 80 persen.
Tak berhenti di situ, sebagai Kepala Bappeda & Litbang, Jafrinaldi memaksimalkan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berbasis kinerja dan hasil. Baginya, pendekatan ini menekankan pada pencapaian tujuan dan dampak yang diharapkan dari program dan kegiatan yang dianggarkan.
"Pendekatan ini mengaitkan alokasi anggaran dengan hasil yang terukur, mendorong efektivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya," tuturnya.
Dengan rentetan pengalaman yang panjang dan penuh warna ini, tak mengherankan jika sosok Jafrinaldi diharap dapat berkarir di level pemerintahan yang lebih tinggi, seperti di pemerintah provinsi atau bahkan kementerian.
Potensi, kapasitas, dan pengalamannya dinilai mumpuni untuk menapaki jenjang karir yang lebih tinggi, yang tidak hanya berdampak positif bagi pribadinya, tetapi juga bagi kampung halamannya, Kuansing, melalui bantuan pembangunan dari APBD provinsi atau APBN.
Dukungan pun mengalir deras setelah namanya dinyatakan lolos seleksi administrasi calon Sekretaris Daerah Provinsi Riau bersama kandidat lainnya. (hen)